News

Hamas Kecam Keterlibatan Netanyahu dalam Dewan Perdamaian Gaza

Gaza (KABARIN) - Kelompok Hamas melontarkan kritik keras atas keterlibatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza yang diprakarsai Amerika Serikat.

Hamas menilai langkah tersebut sebagai sinyal berbahaya karena dinilai bertolak belakang dengan nilai keadilan dan akuntabilitas dalam upaya perdamaian.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis, Hamas menuding Netanyahu justru menjadi pihak yang menghambat gencatan senjata di Gaza.

Kelompok itu menuding Israel terus melakukan pelanggaran, mulai dari serangan ke warga sipil hingga perusakan fasilitas umum, meski gencatan senjata disebut telah berjalan lebih dari tiga bulan.

"Pendudukan merupakan akar dari terorisme," bunyi pernyataan Hamas yang juga menegaskan bahwa "langkah pertama untuk menuju stabilitas adalah dengan menghentikan pelanggaran-pelanggaran Israel dan mengakhiri pendudukan secara permanen."

Di sisi lain, Netanyahu mengonfirmasi pada Rabu (21/1) bahwa dirinya menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.

Trump kemudian secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian Gaza pada Kamis dalam agenda penandatanganan piagam di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Namun peluncuran inisiatif ini berlangsung tanpa kehadiran sejumlah sekutu Eropa.

Sejumlah pengamat internasional menyuarakan kekhawatiran bahwa inisiatif yang dipimpin AS itu berpotensi menggerus peran Perserikatan Bangsa Bangsa dan mekanisme multilateral yang selama ini menjadi kerangka upaya perdamaian di Gaza.

Penolakan untuk bergabung dari beberapa negara besar dan mitra tradisional AS juga dinilai memperkuat keraguan terhadap efektivitas Dewan Perdamaian tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: