Jakarta (KABARIN) - Suasana duka menyelimuti Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu, saat digelar upacara penghormatan dan pelepasan tiga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Di tengah prosesi yang sarat emosi tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri.
Peristiwa itu terjadi sesaat setelah penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara. Penyerahan dilakukan oleh Muhamad Hidayat, kakak dari almarhum Ferry Irawan, yang mewakili keluarga korban.
“Dengan ini saya atas nama keluarga menyerahkan jenazah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan alm. Capt. Andy Dahananto kepada Negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ucap Muhamad Hidayat dengan suara bergetar.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, terdengar suara jatuh yang cukup keras di dalam auditorium, disusul kepanikan dan kehebohan para peserta upacara. Menteri Trenggono diketahui terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Prosesi upacara kemudian dilanjutkan oleh Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan, yang mengambil alih tugas sebagai inspektur upacara demi memastikan acara tetap berjalan dengan khidmat.
Usai upacara, Didit memastikan kondisi Menteri Trenggono telah kembali stabil.
“Sudah sadar, tidak apa-apa. Beliau kecapekan,” ujar Didit singkat.
Upacara tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir dan pelepasan secara kedinasan bagi Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Capt. Andy Dahananto, yang gugur saat menjalankan tugas dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Ketiga korban merupakan bagian dari misi kedinasan yang berakhir tragis dalam musibah jatuhnya pesawat tersebut. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi dan rekan kerja mereka.
Sebelumnya, tim Search and Rescue (SAR) Gabungan yang melibatkan unsur TNI berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung pada Kamis (22/1). Proses pencarian telah berlangsung sejak pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1).
Suasana upacara hari itu menjadi gambaran betapa beratnya duka yang dirasakan, sekaligus penghormatan negara atas dedikasi para korban yang gugur saat bertugas.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026