Jakarta (KABARIN) - Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan kurs rupiah berpotensi melemah seiring adanya spekulasi Kevin Warsh sebagai pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadi Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS oleh spekulasi pilihan Trump, Kevin Warsh, untuk menjabat kepala The Fed baru mendukung dolar AS,” ujar dia kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.776 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.
Mengutip Anadolu, Trump telah mengumumkan bahwa dirinya memilih mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Bank Sentral AS yang akan berakhir masa jabatannya pada bulan Mei 2026.
Meskipun sebelumnya dikenal sebagai pendukung inflasi yang ketat, Warsh baru-baru ini berpihak pada Trump dengan secara terbuka menganjurkan suku bunga lebih rendah. Trump sudah berulang kali mengatakan akan menunjuk seorang Ketua Fed yang mendukung suku bunga lebih rendah.
Dengan suku bunga saat ini antara 3,5-3,75 persen, Trump berpendapat bahwa AS harus memiliki suku bunga terendah di dunia dan menyerukan penurunan hingga 1 persen.
“Warsh walau pilihan Trump, dipandang berpengalaman di Federal Reserve dan diharapkan tidak akan serta merta menuruti keinginan Trump memangkas suku bunga,” kata Lukman.
Pelemahan rupiah juga diprediksi akan dipicu pernyataan hawkish dari Wakil Ketua Pengawas The Fed Michelle Bowman yang mengatakan Federal Reserve masih perlu berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
“Namun, pelemahan akan terbatas, investor menantikan data perdagangan dan inflasi Indonesia yg akan dirilis siang ini. Inflasi tahunan diperkirakan akan naik ke 3,8 persen, ekspor dan impor keduanya masih akan turun -2,4 persen dan -0,7 persen, namun masih surplus 2,45 miliar dolar AS,” katanya.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026