Tren Sewa Tas Branded Dior dan Chanel Meningkat Jelang Lebaran

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Menjelang Lebaran, layanan penyewaan tas bermerek dari Lavergne.id mencatat adanya lonjakan minat dari masyarakat yang ingin tampil dengan tas kelas atas tanpa harus membeli. Dua brand yang paling sering dipilih adalah Dior dan Chanel yang dikenal memiliki desain klasik dan mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan.

Tim Sales dan Marketing Lavergne.id yang diwakili oleh Edha Clarissa menjelaskan bahwa kedua merek tersebut menjadi favorit karena modelnya timeless dan banyak diminati oleh pelanggan.

"Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik dan banyak peminatnya," kata Edha Clarissa saat dihubungi ANTARA di Jakarta Kamis.

Ia menyebutkan bahwa mayoritas penyewa berasal dari kalangan profesional dengan usia sekitar 30 tahunan. Harga sewa yang ditawarkan pun beragam tergantung pada jenis, model, serta kondisi tas yang dipilih.

Biaya penyewaan berada di kisaran Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta untuk satu kali pemakaian. Penentuan tarif juga disesuaikan dengan kategori merek serta kualitas barang yang disediakan.

Menjelang Lebaran, bisnis ini ikut merasakan peningkatan omzet yang cukup signifikan. Pendapatan yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta dalam periode tersebut.

Untuk menjaga keamanan barang, pihak Lavergne.id menerapkan seleksi awal yang cukup ketat terhadap calon penyewa. Selain itu, sistem deposit juga diberlakukan sebagai bentuk jaminan agar barang tetap aman selama masa sewa.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan tas oleh pelanggan.

Fenomena meningkatnya minat sewa tas mewah juga mendapat perhatian dari industri mode. Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna menilai tren ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup masyarakat yang semakin bijak dalam mengelola kebutuhan dan pengeluaran.

"Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money)," kata Dana Duriyatna.

Ia menambahkan bahwa masyarakat kini lebih mempertimbangkan manfaat penggunaan barang dibanding sekadar kepemilikan. Banyak yang memilih menyewa tas mahal agar tetap tampil menarik saat Lebaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembelian.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran konsumen dalam mengatur anggaran sekaligus tetap memperhatikan penampilan.

Tas mewah yang banyak diminati umumnya berasal dari merek desainer lokal papan atas maupun brand internasional yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Di sisi lain, tren penyewaan ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi lingkungan. Konsep berbagi pakai dianggap sejalan dengan prinsip fesyen berkelanjutan karena memperpanjang siklus penggunaan produk.

Dengan sistem sewa, satu produk dapat digunakan oleh banyak orang secara bergantian sehingga dapat mengurangi produksi berlebih. Hal ini turut membantu menekan limbah serta dampak lingkungan yang dihasilkan dari industri fesyen.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka