Sport

Malut United Kerja Sama dengan Benfica untuk Bangun Akademi

Benfica tidak hanya mengirim pelatih, tetapi juga tenaga pendukung lain yang sangat penting dalam pembinaan usia dini

Ternate (KABARIN) - Malut United FC makin serius membangun masa depan sepak bola Maluku Utara. Klub berjuluk Laskar Kie Raha itu tengah menyiapkan fondasi pembinaan jangka panjang lewat pengembangan akademi usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan. Yang bikin makin menarik, Malut United hampir resmi menjalin kerja sama dengan klub raksasa Portugal, SL Benfica.

Asisten Manajer Malut United FC, Asgar Saleh, mengatakan saat ini seluruh pemain akademi sudah disatukan dalam satu sistem pembinaan terpadu. Sistem ini dirancang agar setiap pemain mendapatkan pola latihan yang seragam, pendidikan karakter, hingga pengembangan fisik sesuai visi besar klub.

"Semua pemain akademi sekarang sudah terpusat dalam satu sistem. Fasilitas juga terus kami lengkapi secara bertahap agar proses pembinaan berjalan maksimal,” ujar Asgar saat dihubungi, Selasa.

Malut United menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar mengejar prestasi instan. Klub ingin membangun ekosistem pembinaan modern berstandar internasional demi menyiapkan masa depan sepak bola daerah.

Sebagai bagian dari langkah strategis itu, Malut United kini hampir merampungkan kerja sama dengan SL Benfica. Menurut Asgar, proses kolaborasi ini sudah mencapai sekitar 99 persen dan tinggal menunggu tahap finalisasi.

Kerja sama ini juga bukan cuma formalitas. Nantinya, tim pelatih dari Benfica akan terlibat langsung dalam operasional akademi Malut United. Dukungan yang diberikan mencakup peningkatan kualitas kepelatihan hingga pendampingan tenaga ahli, seperti ahli gizi dan fisioterapis, agar proses pembinaan berjalan sesuai standar sepak bola modern.

"Benfica tidak hanya mengirim pelatih, tetapi juga tenaga pendukung lain yang sangat penting dalam pembinaan usia dini. Ini akan menjadi lompatan besar bagi akademi kami," kata Asgar yang juga wartawan senior tersebut.

Dalam skema pembinaan jangka panjang, para pemain akan dipantau sejak usia dini. Jika perkembangan mereka memenuhi standar Benfica, pemain-pemain muda berpeluang diberangkatkan ke Eropa pada rentang usia 12 hingga 14 tahun untuk menimba pengalaman langsung di kompetisi setempat.

Program akademi ini akan dimulai dari kelompok usia 7 dan 9 tahun, dengan prioritas bagi anak yatim piatu serta anak dari keluarga kurang mampu. Malut United berharap program ini bisa membuka akses yang lebih luas bagi talenta muda di Maluku Utara untuk berkembang di dunia sepak bola.

Target besarnya pun jelas. Malut United membidik dalam 7–10 tahun ke depan akan lahir pemain-pemain asli Maluku Utara yang mampu bersaing di level nasional hingga menembus kompetisi Eropa. Meski hasilnya tidak instan, manajemen klub tetap optimistis dengan dampak jangka panjang dari program ini.

"Tentunya, dalam lima tahun mungkin orang belum melihat hasil yang signifikan. Namun dalam jangka panjang, sekitar 10 tahun ke depan, kami yakin akan lahir pemain-pemain top dari akademi Malut United," ungkap Asgar.

Langkah Malut United ini mendapat apresiasi dari banyak pecinta sepak bola. Kolaborasi dengan Benfica dinilai sebagai bentuk keseriusan klub dalam membangun masa depan, sekaligus membawa nama Maluku Utara ke panggung sepak bola internasional.

Lewat fondasi yang kuat dan visi jangka panjang, Malut United kini menatap masa depan sepak bola daerah dengan optimisme besar. Program akademi berstandar Eropa ini diharapkan bisa jadi pintu masuk lahirnya generasi baru pesepak bola asal Maluku Utara yang siap bersaing di level tertinggi.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: