Australia Uji Coba Vaksin untuk Anak Pengidap Kanker Otak

waktu baca 2 menit

Sydney (KABARIN) - Australia resmi memulai uji klinis pertama di dunia yang menggunakan vaksin mRNA yang dipersonalisasi untuk mengobati anak-anak dan remaja dengan tumor otak stadium lanjut atau yang sudah resisten terhadap pengobatan. Terobosan ini diharapkan bisa membuka harapan baru bagi keluarga yang selama ini menghadapi salah satu penyakit paling mematikan pada anak.

Uji klinis ini diberi nama PaedNEO-VAX dan dipimpin bersama oleh Universitas Queensland (UQ) serta South Australian Health and Medical Research Institute (SAHMRI). Dalam pernyataan UQ pada Selasa (3/2), disebutkan bahwa studi ini akan melibatkan pasien di delapan rumah sakit anak di berbagai wilayah Australia.

Pimpinan klinis dari SAHMRI, Jordan Hansford, menjelaskan uji klinis ini ditujukan bagi pasien anak dengan tumor otak tingkat tinggi yang kambuh dan tidak lagi merespons pengobatan, termasuk glioma dan medulloblastoma.

“Fase I akan menilai keamanan, diikuti oleh Fase II untuk menguji efektivitas serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup dan kualitas hidup,” tutur Hansford.

Sementara itu, pimpinan ilmiah uji klinis dari Institut Frazer UQ, Brandon Wainwright, mengatakan pendekatan vaksin kanker mRNA yang dipersonalisasi sebelumnya sudah menunjukkan hasil menjanjikan pada orang dewasa dengan kanker langka yang sulit diobati, seperti kanker pankreas dan melanoma.

"Setelah mengidentifikasi beberapa penanda kanker unik pada tumor setiap anak menggunakan pengurutan genom dan analisis data tingkat lanjut, kami akan memilih target-target vaksin spesifik tumor," kata Wainwright.

Vaksin yang disesuaikan khusus untuk tiap pasien anak ini akan diproduksi di Negara Bagian Queensland oleh Southern RNA. Setelah proses perekrutan uji klinis, vaksin ditargetkan bisa dikirim ke lokasi uji klinis dan mulai diberikan dalam waktu sekitar 10 pekan.

Para peneliti menyebut proyek ini mendapat dukungan pendanaan federal sebesar 2,58 juta dolar Australia atau sekitar 1,81 juta dolar AS. Dengan teknologi vaksin mRNA yang dirancang khusus berdasarkan profil tumor masing-masing pasien, para peneliti berharap terapi ini bisa menjadi senjata baru melawan kanker otak pada anak, yang selama ini dikenal sangat sulit ditangani.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka