Money

Sektor Perfilman Bisa Berkontribusi Lebih Besar pada Ekonomi Jakarta

Jakarta (KABARIN) - Sektor ekonomi kreatif, khususnya perfilman, dinilai punya peluang besar untuk memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Jakarta. Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta melihat pertumbuhan ekonomi kreatif di 2025 bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi ibu kota secara keseluruhan.

"Pangsanya pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih terbatas 11,53 persen. Ada ruang yang cukup besar di Jakarta untuk mendorong ekonomi kreatif termasuk film untuk lebih besar lagi kontribusinya terhadap perekonomian," kata Analis Senior Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah KPw BI DKI Jakarta, Mursidi.

Dalam acara daring yang dipantau di Jakarta, Kamis, Mursidi menjelaskan bahwa ekonomi kreatif pada 2025 tumbuh di atas 9 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025 yang berada di level 5,21 persen.

"Kalau kita dorong lagi dengan kegiatan, ini bisa semakin besar kontribusinya. Kami di BI melihat film sebagai bagian dari ekonomi kreatif bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dari kontribusinya terhadap PDRB, cukup siginifikan," ujarnya.

Menurut Mursidi, film bukan sekadar hiburan. Sub sektor ini dinilai strategis karena bisa jadi daya tarik pariwisata, alat branding daerah, hingga sarana diplomasi budaya. Lewat film, Jakarta bisa “menjual cerita” ke publik nasional maupun internasional.

Selain berdampak ke ekonomi, industri film juga membuka ruang pembinaan buat generasi muda, terutama milenial dan generasi Z. Di Jakarta, jumlah milenial dan gen Z sudah lebih dari 50 persen populasi. Mereka dinilai sudah akrab dengan ekosistem digital, film, bahkan terbiasa bikin konten visual seperti vlog.

Kondisi ini kemudian ditangkap sebagai peluang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama BI DKI. Keduanya mendorong pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jakarta yang dinilai sudah bagus, tapi belum sepenuhnya dioptimalkan.

Salah satu bentuk dukungan nyata adalah lewat gelaran Jakarta Youth Film Festival atau J-Youth Film Festival 2026. Ajang ini membuka ruang bagi pelajar SMA, SMK, madrasah, hingga mahasiswa di wilayah Jabodetabek untuk saling bertemu, memutar karya film mereka, sekaligus berkompetisi secara sehat.

"Ini juga sebagai rangkaian membentuk Jakarta sebagai kota sinema tahun 2027 karena tujuan kami menemukan dan menumbuhkan generasi filmmaker yang baru," kata Film Programmer J-Youth Film Fest, Farhan Fachrezzy.

Lewat festival dan pembinaan yang konsisten, sektor perfilman diharapkan bukan cuma melahirkan sineas muda, tapi juga jadi mesin baru penggerak ekonomi kreatif Jakarta ke depan.


Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: