News

BGN Awasi Ketat Program MBG, Pelanggaran SOP Bisa Berujung Penutupan Dapur

Bandarlampung (KABARIN) - Sebanyak 40 dapur penyedia makanan dalam program Badan Gizi Nasional di Provinsi Lampung menerima surat peringatan pertama (SP1).

Yang diawasi bukan hal administratif — tapi makanan yang dikonsumsi anak setiap hari.

Program Program Makan Bergizi Gratis memang dirancang untuk meningkatkan gizi. Namun, jika pengolahan tidak sesuai standar, manfaatnya bisa berubah jadi risiko kesehatan.


Kenapa Dapur Bisa Kena Peringatan?

Pelanggaran terjadi di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Beberapa aturan yang wajib dipatuhi:

Tujuannya satu: mencegah keracunan makanan massal.

BGN menerapkan sanksi bertahap:

Bagi publik, ini penting karena:

1. Orang tua tahu makanan diawasi
Program sosial bukan berarti kualitas boleh kompromi.

2. Sekolah tetap aman
Distribusi bisa dihentikan jika makanan bermasalah.

3. Transparansi meningkat
Masyarakat bisa menilai program pemerintah dari kualitas layanan, bukan hanya niatnya.

Aturan seperti pisau beda warna terdengar sepele. Padahal itu standar internasional keamanan pangan untuk mencegah kontaminasi silang bakteri.

Artinya, pengawasan bukan mencari kesalahan — tapi memastikan bantuan sosial tidak berubah menjadi masalah kesehatan.

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: