Bratislava (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tidak punya kaitan dengan klaim sejumlah negara Eropa soal dugaan penyebab kematian Alexei Navalny yang disebut-sebut karena racun epibatidine.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Slowakia Robert Fico di Bratislava, Minggu. Rubio menegaskan negaranya tidak ikut campur dalam laporan yang dirilis beberapa negara Eropa.
"Itu laporan mereka dan mereka yang menerbitkannya," kata Rubio.
Sebelumnya, lima negara Eropa yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia merilis laporan bersama yang menyebut Navalny meninggal akibat paparan racun epibatidine, zat beracun yang secara alami terdapat pada kulit katak panah beracun di Amerika Selatan.
Menanggapi klaim tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan pihaknya baru akan memberi tanggapan resmi setelah hasil tes keluar.
Navalny sendiri diketahui meninggal dunia di sebuah penjara Rusia pada 16 Februari 2024 setelah sempat berjalan-jalan lalu kehilangan kesadaran. Informasi awal menyebut ia mengalami pembekuan darah, dan pihak Komite Investigasi Rusia langsung membuka penyelidikan prosedural atas peristiwa itu.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026