Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp. K.O, mengungkap manfaat penting karbohidrat bagi tubuh untuk menunjang aktivitas olahraga selama menjalani puasa Ramadhan.
"Karbohidrat itu masih tetap kita butuhkan pada waktu berolahraga ya, karena fungsinya sebagai sumber energi. Karbohidrat itu menjadi sumber energi yang kita bakar kalau berolahraga," kata Risky dalam temu media secara daring di Jakarta, Rabu.
Dokter yang praktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu mengatakan karbohidrat bisa didapatkan dari makanan seperti nasi, gandum atau roti, yang akan menjadi sumber energi yang terbakar lebih dahulu saat berolahraga. Karbohidrat juga membantu tubuh membangun massa otot ketika sedang berusaha menurunkan berat badan dan komposisi tubuh yang baik.
Sang dokter pun meluruskan pandangan bahwa karbohidrat harus dihindari jika ingin menurunkan berat badan. Jika tidak ada asupan karbohidrat, tubuh akan membakar protein.
Pengabaian terhadap karbohidrat akan menurunkan otot tubuh dan menaikkan kandungan lemak dalam tubuh.
"Jadi kalau tidak ada karbohidrat itu malah nanti yang terbakar bukan lemaknya dulu, tapi, mungkin proteinnya," ujar Risky.
Terkait dengan berpuasa, karbohidrat dapat dikonsumsi saat sahur dengan tetap memakan nasi jika ingin berolahraga menjelang berbuka, dan memakan karbohidrat lain ketika berbuka untuk mengganti bahan bakar yang telah habis.
Risky menganjurkan mengonsumsi karbohidrat kompleks setelah berolahraga, seperti roti gandum, nasi merah.
"Bukan karbohidrat sederhana, bukan minuman manis seperti kopi dan sirup itu bukan sumber karbohidrat yang bagus," kata dia menambahkan.
Mengenai asupan protein, bahan baku utama untuk pembentukan otot, Risky mengingatkan jumlahnya harus disesuaikan dengan porsi yang dibutuhkan tubuh dan tidak perlu berlebihan.
Dalam satu piring yang dimakan, Risky mengingatkan harus tetap ada karbohidrat, protein seperti daging ayam, sapi atau hati dan sayur atau buah. Pengaturan komposisi isi piring tersebut sudah cukup untuk tubuh selama berpuasa.
"Jadi, tidak perlu protein tambahan supaya kita lebih kuat lagi untuk menahan lapar," kata dia.
Risky menepis adanya isu yang menyatakan makan protein sangat banyak dapat membantu menahan lapar saat berpuasa. Dia menilai makanan yang bervariasi akan lebih membantu tubuh menahan lapar lebih banyak, termasuk mengonsumsi aneka serat.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026