Ngawi (KABARIN) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi tengah mengumpulkan data terkait temuan sisa bangunan berupa tumpukan batu berelief yang diduga peninggalan bersejarah. Batu-batu tersebut ditemukan warga di kawasan hutan Perhutani, Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Ngawi Cita Putri Maharani mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga.
"Menindaklanjuti temuan warga, saat ini Dikbud sedang melakukan pengumpulan data dan informasi tentang sisa bangunan kuno di lahan hutan di kawasan Karanganyar," ujar Cita di Ngawi, Rabu.
Ia menjelaskan, proses pendataan melibatkan perangkat desa dan kecamatan. Langkah ini diambil karena keterbatasan tenaga di Dikbud Ngawi.
Setelah data terkumpul, hasilnya akan dilaporkan ke pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, Dikbud Ngawi belum memiliki tim ahli di bidang arkeologi maupun cagar budaya.
Sisa bangunan yang ditemukan berada di lahan hutan jati di Desa Pandean. Lokasinya ada di atas perbukitan kapur yang termasuk rangkaian Pegunungan Kendeng. Di area tersebut, banyak ditemukan fragmen batu berserakan dengan relief bergambar manusia dan berbagai corak ukiran.
Warga sekaligus pemerhati benda cagar budaya, Sutono Sastroredjo, menduga kuat reruntuhan itu merupakan bagian dari bangunan candi.
"Dugaan kuat, sisa reruntuhan ini merupakan bangunan candi. Hal ini juga dikuatkan dengan adanya relief manusia yang diduga merupakan gambaran Dewa Siwa yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Medang sekitar abad ke-10 di masa transisi perpindahan kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Karanganyar Putut Yuliarto memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Ia juga berencana mengajak warga untuk membersihkan area sekitar lokasi temuan.
Pemerintah setempat berharap instansi berwenang segera melakukan peninjauan langsung. Jika benar terbukti sebagai peninggalan bersejarah, maka situs tersebut perlu dirawat dan dijaga agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sumber: ANTARA