Jakarta (KABARIN) - Mayoritas warga Jakarta ternyata masih kurang bergerak. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 93 persen warga ibu kota kurang melakukan aktivitas fisik, berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025 hingga awal 2026.
"Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik (93 persen)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Artinya, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah jadi perhatian utama. Kurang gerak ditambah pola hidup yang kurang sehat bisa berujung pada obesitas sentral, yaitu penumpukan lemak di area perut yang berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis.
Tak hanya itu, hasil CKG juga menunjukkan 74 persen warga yang ikut pemeriksaan mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah atau dislipidemia. Sementara itu, 51 persen lainnya tercatat memiliki masalah kesehatan gigi.
Melihat temuan tersebut, Dinkes DKI memperkuat langkah promotif dan preventif. Salah satunya dengan memperluas edukasi soal perilaku hidup sehat serta memperbanyak skrining faktor risiko penyakit tidak menular lewat program CKG.
Dinkes juga menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung gaya hidup aktif dan pola makan seimbang. Harapannya, warga makin terdorong untuk rutin bergerak dan lebih peduli pada kesehatan.
Program CKG sendiri merupakan upaya deteksi dini untuk mencegah penyakit. Melalui skrining ini, kamu bisa mengecek risiko diabetes, penyakit jantung, hingga penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB).
Pemeriksaan yang tersedia cukup lengkap, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, hingga gula darah. Pemeriksaan gigi juga tersedia, meski hanya sebatas pengecekan tanpa tindakan seperti tambal atau cabut gigi. Jika ditemukan potensi penyakit, peserta akan mendapat tindak lanjut sesuai kondisi dan rekomendasi jalur pengobatan yang dibutuhkan.
Di Jakarta, CKG bisa dilakukan di 44 puskesmas yang tersebar di enam wilayah kota.
Sepanjang 2025, sebanyak 4.202.586 orang atau 37,5 persen dari total sasaran telah mengikuti CKG. Sementara pada 2026, terhitung Januari hingga 11 Februari, sudah ada 146.727 orang yang melakukan pemeriksaan, dan jumlahnya masih akan terus bertambah hingga akhir tahun.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta warga mengikuti program CKG pada 2026. Target ini meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar 70 juta orang.
Dengan data 93 persen warga Jakarta masih kurang aktivitas fisik, ini jadi alarm serius. Buat kamu yang jarang olahraga atau lebih sering duduk seharian, mungkin ini saatnya mulai lebih aktif demi kesehatan jangka panjang.
Sumber: ANTARA