News

Bahlil Dampingi Presiden Prabowo Temui Donald Trump

Jakarta (KABARIN) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC, AS.

Pertemuan itu dalam rangka penguatan hubungan kedua negara serta penjajakan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk energi dan sumber daya mineral.

"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini menjadi bagian penting dari diplomasi energi Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi, serta membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi guna mendukung pertumbuhan industri dalam negeri," sebut siaran pers Kementerian ESDM, yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sektor energi memegang peran sentral dalam memperkuat daya saing industri nasional dan menjaga stabilitas perekonomian, serta menjadi salah satu fokus dalam agenda pertemuan penting tersebut.

"Diplomasi yang akan dilakukan Bapak Presiden merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Di sektor energi, kami akan memastikan setiap peluang kerja sama dapat mendukung ketahanan energi dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ujar Bahlil di Washington, AS, Selasa (17/2/2026) waktu setempat.

Dalam rangkaian agenda di Washington itu, Pemerintah Indonesia akan melakukan komunikasi strategis terkait penguatan kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral.

Pemerintah pun menegaskan bahwa seluruh bentuk kolaborasi yang dijajaki akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional serta mendukung ketahanan energi jangka panjang.

"Kami akan mendorong kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Prinsipnya adalah kemitraan yang saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan nasional," jelas Bahlil.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 melalui penguatan bauran energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan.

"Ketahanan dan kemandirian energi adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu, setiap langkah diplomasi energi ke depan harus memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan produktivitas nasional," tegas Menteri ESDM.

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: