Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis penyakit dalam Wirawan Hambali memaparkan bahwa diabetes melitus bukan penyakit tunggal, tetapi memiliki beberapa kelompok atau tipe yang berbeda.
Penyakit ini merupakan gangguan metabolik jangka panjang yang ditandai naiknya kadar gula darah karena masalah pada produksi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya.
Dalam pemaparannya pada acara temu media di Jakarta, dr. Wirawan Hambali, Sp. P.D, FINASIM menjelaskan bahwa secara umum diabetes dibagi menjadi empat kelompok utama.
Klasifikasinya meliputi diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus gestasional, serta diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab tertentu.
Untuk diabetes tipe 1, ia menjelaskan kondisi ini muncul akibat kerusakan sel beta pankreas, sehingga tubuh benar-benar kekurangan insulin. Penyebabnya bisa karena gangguan autoimun, tetapi ada juga kasus yang tidak diketahui pasti asal mulanya. Tipe ini biasanya muncul di usia muda dan banyak penderitanya memiliki tubuh relatif kurus.
Berbeda dengan itu, diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dengan berat badan berlebih. Kondisi ini berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu saat insulin ada, tetapi tidak bekerja efektif di dalam tubuh.
"Jadi semakin gemuk, tubuh itu akan resisten terhadap insulin. Insulin tidak bisa bekerja secara maksimal dan kalau terjadi terus menerus, gula darah akan meningkat. Makanya kenapa orang DM tipe 2 itu memang salah satu perawakannya gendut-gendut," ia menjelaskan.
Menurut dr. Wirawan, mayoritas penderita diabetes termasuk dalam kategori tipe 2, jumlahnya mencapai sekitar 95 persen dari total kasus. Pada tipe ini, ada yang lebih dominan mengalami resistensi insulin, ada juga yang lebih dominan gangguan produksi insulin, bahkan ada yang kombinasi keduanya.
Selain itu, ada diabetes gestasional yang muncul saat kehamilan pada perempuan yang sebelumnya tidak memiliki riwayat diabetes. Kondisi ini biasanya terdeteksi selama masa kehamilan melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
Kelompok terakhir adalah diabetes tipe spesifik yang berhubungan dengan penyebab lain. Contohnya diabetes akibat faktor genetik tertentu, gangguan fungsi pankreas, hingga efek penggunaan obat atau zat kimia seperti glukokortikoid, terapi HIV/AIDS, atau pengobatan pascatransplantasi organ.
Dr. Wirawan juga menegaskan bahwa diabetes tidak memilih usia atau jenis kelamin. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, sehingga penting bagi semua orang untuk lebih peduli pada pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026