Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa negara negara anggota NATO kini menunjukkan sikap yang lebih kooperatif setelah sebelumnya mendapat kritik dari Amerika Serikat terkait penanganan situasi di Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Trump sebelumnya menilai bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan dukungan tambahan dari mitra NATO maupun sekutu lain seperti Australia, Jepang, dan Korea Selatan dalam menghadapi konflik dengan Iran. Ia juga menyoroti sikap sejumlah sekutu yang dinilai kurang terlibat dan menggambarkan hubungan tersebut seperti kerja sama yang tidak seimbang.
Dalam keterangannya kepada media menjelang pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa perubahan sikap dari NATO terjadi setelah dirinya menyampaikan kritik.
"Dan dalam kasus NATO, mereka tidak ingin membantu kami mempertahankan Selat [Hormuz], padahal merekalah yang membutuhkannya," kata Trump kepada wartawan menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih.
"Tapi sekarang mereka menjadi jauh lebih baik karena mereka melihat sikap saya, mereka menjadi jauh lebih baik," imbuhnya.
Sementara itu, ketegangan di kawasan meningkat setelah pada akhir Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di wilayah Teheran, yang menyebabkan jatuhnya korban dan kerusakan.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut ikut berdampak pada jalur perdagangan penting di Selat Hormuz yang merupakan rute utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara negara Teluk Persia ke pasar global. Gangguan di jalur ini turut mempengaruhi aktivitas ekspor dan produksi energi di kawasan tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026