Tekno

Samsung Genjot Investasi Riset AI untuk Perkuat Posisi di Industri Teknologi

Jakarta (KABARIN) - Perusahaan teknologi asal Korea Selatan Samsung dikabarkan bakal menambah besar investasi di bidang riset dan pengembangan atau R&D sebagai langkah untuk memperkuat posisi mereka dalam persaingan kecerdasan buatan atau AI di industri teknologi, khususnya pada sektor semikonduktor.

Mengutip laporan dari GSM Arena yang merujuk pada Reuters, nilai investasi yang disiapkan disebut mencapai sekitar 110 triliun won Korea yang setara dengan kurang lebih Rp1,2 kuadriliun. Angka ini menunjukkan komitmen besar Samsung dalam mempercepat inovasi di bidang AI.

Rencana tersebut juga mencakup strategi perusahaan untuk melakukan ekspansi melalui merger dan akuisisi pada sejumlah sektor yang masih berkaitan. Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain robotika, teknologi medis, elektronik otomotif, hingga solusi pendingin udara.

Sebelumnya, Samsung telah menggelontorkan dana sekitar 90,4 triliun won Korea untuk pengembangan riset AI pada tahun 2025. Dengan rencana terbaru ini, terjadi peningkatan investasi sekitar 21 persen yang menandakan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan teknologi AI ke depan.

Selain memperkuat investasi internal, Samsung juga aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan lain untuk memperluas ekosistem AI. Salah satu langkah terbaru adalah penandatanganan kerja sama dengan perusahaan teknologi AMD.

Dalam kerja sama tersebut, Samsung akan memasok chip HBM4 yang direncanakan digunakan untuk kebutuhan pusat data AI. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Samsung sebagai salah satu pemain utama global di industri chip memori yang berperan penting dalam mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: