News

Prabowo Singgung Ada Kelompok Masyarakat yang Dinilai Enggan Bekerja Sama

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya fenomena di tengah masyarakat di mana sebagian kelompok dinilai tidak ingin ikut terlibat dalam kerja sama atau kegiatan bersama.

“Ada suatu fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga, keluarga besar NKRI juga yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama. Kita hormati, kita tidak ada masalah," kata Prabowo dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Untuk menggambarkan hal tersebut, Prabowo menggunakan contoh sederhana pembangunan jembatan di sebuah desa. Ia menjelaskan bahwa saat sebagian warga sepakat bergotong royong, ada juga pihak yang memilih tidak ikut berkontribusi.

Menurutnya, hal itu tidak menjadi masalah selama keputusan tersebut tetap dihormati oleh semua pihak. Namun, ia menyoroti kondisi ketika pihak yang tidak terlibat justru ikut memberikan kritik terhadap proses yang sedang berjalan.

“Boleh kritik boleh, hanya saya juga enggak mengerti kalau orang mau bangun jembatan duduk dia, tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik," ucap Prabowo.

Meski begitu, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tetap akan melanjutkan pembangunan untuk kepentingan masyarakat, meskipun ada berbagai pandangan dari luar.

“Tapi, ini rakyat desa minta bangun jembatan, saya bangun jembatan untuk rakyat kita. Ini fenomena," ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa kondisi seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga ditemukan di berbagai negara lain. Ia bahkan mengaitkannya dengan sejarah bangsa, termasuk masa penjajahan ketika ada pihak dari dalam negeri yang ikut memperlancar penjajahan oleh bangsa asing.

“Selalu ada saudara-saudara kita dari bangsa kita sendiri yang juga mempermudah bangsa asing itu menjajah kita, merampok kekayaan kita, membuat kita budak, itu saudara kita juga. Jadi ini bukan fenomena baru," kata Presiden.

Menurut Prabowo, sikap seperti iri, dengki, dan kebencian merupakan bagian dari sifat manusia yang memang ada dalam kehidupan sosial. Karena itu, ia menilai hal tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan.

“Ini biasa bibit-bibit dengki, iri, sirik itu bagian dari manusia. Kebencian, dendam, sakit hati ini bagian manusia dan memang ada itu, ada. Kita tidak boleh istilahnya kaget," kata Prabowo.

Pewarta: Fathur Rochman/Genta Tenri Mawangi
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: