Istanbul (KABARIN) - Garda Revolusi Iran atau IRGC pada Senin 13 April mengeluarkan peringatan keras terkait rencana Amerika Serikat yang disebut akan memblokade jalur kapal menuju dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz. Iran menilai langkah tersebut bisa memicu ketidakamanan di seluruh kawasan Teluk dan Laut Oman.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran IRIB, IRGC menegaskan bahwa keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku secara menyeluruh untuk semua pihak tanpa pengecualian, atau tidak berlaku sama sekali.
Militer Iran juga menekankan bahwa mereka menganggap perlindungan terhadap hak hukum negara sebagai kewajiban sah, termasuk dalam menjaga kedaulatan di perairan teritorialnya.
“Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh” akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain masih dapat lewat selama mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Iran.
IRGC juga menyatakan bahwa Iran akan tetap menjalankan mekanisme pengawasan permanen atas Selat Hormuz, bahkan setelah konflik atau perang berakhir.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC menilai kebijakan pembatasan yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap aktivitas pelayaran di perairan internasional sebagai tindakan ilegal yang bahkan disamakan dengan pembajakan.
Sebelumnya, Amerika Serikat menyampaikan rencana untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran mulai Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.
Langkah tersebut terjadi setelah pertemuan langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad Pakistan pada Sabtu lalu tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026