Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington siap membuka kembali Selat Hormuz, namun dengan syarat tertentu. Menurutnya, langkah itu bisa dilakukan jika tercapai kesepakatan atau setidaknya ada perkembangan yang dinilai “sangat positif”.
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, dan akan dibuka jika mereka mencapai kesepakatan atau terjadi perkembangan yang sangat positif," kata Trump kepada wartawan, Kamis.
Trump juga menyoroti potensi keuntungan besar yang bisa didapat Iran jika selat tersebut dibuka. Ia menyebut Teheran bisa meraup hingga 500 juta dolar AS per hari atau sekitar Rp8,7 triliun. Karena itu, AS tidak ingin membuka akses tersebut sebelum ada kesepakatan yang jelas.
Situasi ini nggak lepas dari ketegangan yang sempat memanas beberapa waktu terakhir. Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Setelah itu, kedua pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua minggu yang dimulai pada 7 April. Upaya meredakan konflik juga dilanjutkan lewat pembicaraan di Islamabad, tapi sayangnya belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Meski belum ada tanda-tanda konflik kembali terbuka, Amerika Serikat tetap mengambil langkah tegas dengan memblokade pelabuhan Iran. Bahkan, pada 21 April, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata akan diperpanjang, namun blokade angkatan laut di Selat Hormuz tetap berjalan.
Dengan kondisi yang masih serba belum pasti, keputusan membuka atau menutup Selat Hormuz kini jadi salah satu kartu penting dalam dinamika hubungan antara AS dan Iran.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026