Beijing (KABARIN) - Pemerintah Kota Beijing menerbitkan aturan baru yang mewajibkan seluruh pengendara serta penumpang motor listrik menggunakan helm. Ketentuan ini mulai berlaku pada 1 Mei 2026, meski implementasinya belum diterapkan secara nasional di China.
Dalam peraturan yang dipublikasikan melalui laman resmi pemerintah kota Beijing, aturan tersebut juga mencakup larangan penggunaan ponsel saat berkendara, pelarangan modifikasi ilegal kendaraan, serta larangan membawa baterai sepeda listrik ke dalam area hunian.
"Mewajibkan bahwa pengemudi dan penumpang sepeda listrik harus mengenakan helm penumpang yang memenuhi standar nasional dan telah disertifikasi wajib produk dan menetapkan sanksi hukum berupa teguran atau denda," demikian disebutkan dalam peraturan yang diakses ANTARA pada Rabu.
Selain itu, aturan baru juga mengatur sanksi berupa teguran hingga denda bagi pelanggar.
Regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan keselamatan lalu lintas kendaraan non-motor. Dari total 34 provinsi di China, sekitar 20 di antaranya telah lebih dulu menerapkan kewajiban helm, termasuk Zhejiang, Jiangsu, Hunan, Hainan, Shanghai, dan Guizhou.
Beijing juga melarang penggunaan skateboard dan hoverboard di jalan umum, namun tetap mengizinkan kursi roda bermotor bagi penyandang disabilitas serta sepeda yang sesuai standar nasional.
Sejumlah pelanggaran lalu lintas turut diperketat, mulai dari penggunaan ponsel saat berkendara, menerobos lampu merah, melawan arus, masuk jalur cepat atau tol, hingga perilaku berkendara berbahaya seperti zigzag, beriringan dekat, dan mengemudi dalam kondisi mabuk.
Pengendara juga diwajibkan turun dan menuntun kendaraan saat melintasi zebra cross, jembatan penyeberangan, maupun terowongan bawah tanah.
Di sisi lain, aturan ini memberikan kelonggaran usia penumpang anak di kursi belakang motor listrik dari sebelumnya 12 tahun menjadi 16 tahun.
Ketentuan lain yang ditegaskan adalah larangan membawa baterai sepeda listrik ke dalam bangunan tempat tinggal. Pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas parkir dan pengisian daya kendaraan non-motor yang dapat diakses publik.
China sendiri mengklasifikasikan motor listrik ke dalam tiga kategori, mulai dari sepeda listrik berkecepatan maksimal 25 km/jam, motor listrik ringan hingga 50 km/jam, hingga motor listrik berkecepatan 50–100 km/jam yang setara dengan sepeda motor konvensional.
Secara keseluruhan, penjualan motor listrik di China mencapai sekitar 80 juta unit per tahun pada 2025, meski jumlah unit beredar secara nasional tidak dipublikasikan secara resmi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026