News

PBB Sebut Jalur Gaza Sebagai Tempat Paling Mematikan untuk Jurnalis

New York (KABARIN) - Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia atau OHCHR menyebut Jalur Gaza sebagai salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis saat ini.

Lewat unggahan di platform X dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia, badan PBB itu menegaskan bahwa situasi di Gaza sudah melewati batas. Mereka pun mendesak komunitas internasional untuk tidak hanya berhenti pada kecaman atau solidaritas, tapi benar-benar mengambil langkah nyata.

OHCHR menekankan pentingnya akuntabilitas atas kekerasan yang terjadi, perlindungan terhadap jurnalis di lapangan, serta memastikan media internasional bisa mengakses wilayah tersebut secara independen.

Sementara itu, Kepala HAM PBB Volker Türk menyebut konflik yang masih berlangsung di Gaza telah berubah menjadi “jebakan maut” bagi para pekerja media.

Menurut data yang telah diverifikasi OHCHR, hampir 300 jurnalis dilaporkan tewas sejak Oktober 2023, ketika Israel mulai melancarkan agresi di wilayah tersebut. Angka ini menunjukkan betapa tingginya risiko yang dihadapi jurnalis saat meliput konflik.

Selain korban jiwa, banyak jurnalis lainnya juga mengalami luka-luka selama menjalankan tugas di lapangan.

Kondisi ini kembali jadi pengingat bahwa di tengah konflik bersenjata, jurnalis bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga mempertaruhkan keselamatan demi menghadirkan fakta ke publik.

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: