AS Siapin Pangkalan Jet Tempur Baru di Alaska Buat Operasi Pasifik

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) lagi menyiapkan langkah besar dengan mengajukan pendanaan hampir 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp121,59 triliun untuk membangun kompleks pesawat tempur baru di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska.

Mengutip laporan RIA Novosti yang menganalisis anggaran Fiscal Year (FY) 2027 dari Pentagon, proyek ini jadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat kekuatan militer AS, khususnya di kawasan Pasifik lewat Pacific Air Forces.

Program ini dikenal dengan nama Fighter Town Recapitalization dan masuk sebagai proyek baru dalam anggaran 2027. Untuk tahap awal, Angkatan Udara AS mengajukan dana sebesar 2,066 miliar dolar AS (sekitar Rp 35 kuadriliun) guna memulai pembangunan, yang diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2035.

Investasi jumbo ini bukan tanpa alasan. Pentagon menilai fasilitas pangkalan yang ada saat ini sudah tidak mampu lagi mengimbangi kebutuhan operasional pesawat tempur yang semakin meningkat.

Karena itu, mereka berencana membangun kompleks pangkalan udara yang lebih modern dan lengkap. Fasilitasnya mencakup hanggar perawatan pesawat, kompleks penyimpanan amunisi konvensional, hingga asrama yang bisa menampung sekitar 320 personel untuk mengatasi keterbatasan hunian di lokasi.

Saat ini, proyek masih berada di tahap awal. Proses desain dan penyusunan proposal baru dimulai pada Maret 2026, sementara konstruksi fisik dijadwalkan mulai pada Desember 2027.

Kompleks ini juga menjadi bagian dari ekspansi yang lebih luas di pangkalan tersebut, menandakan keseriusan AS dalam memperkuat kehadiran militernya di wilayah strategis.

Selain pembangunan pangkalan, Angkatan Udara AS juga mengajukan tambahan dana sebesar 42 juta dolar AS (sekitar Rp 729,5 miliar) dalam anggaran 2027 untuk proyek lain senilai total 355 juta dolar AS (sekitar Rp 6,2 triliun). Proyek ini berupa pembangunan Pusat Uji dan Pelatihan Terpadu Bersama.

Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi simulator canggih yang dirancang untuk melatih pilot menghadapi skenario pertempuran modern, termasuk ancaman lintas domain dalam lingkungan virtual.

Dengan proyek ini, AS terlihat makin serius mempersiapkan kekuatan militernya di era perang modern yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka