Health

Tiga Faktor yang Diam-diam Bisa Tingkatkan Kadar Kolesterol

Jakarta (KABARIN) - Kadar kolesterol seringkali meningkat secara diam-diam tanpa gejala yang jelas dan seiring waktu dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, mempersempit aliran darah, dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Selain diet, ada beberapa faktor yang menurut ahli kardiologi diam-diam mempengaruhi peningkatan kadar kolesterol dalam darah, yakni faktor genetika, pola tidur, dan peradangan kronis.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Jumat (1/5), dokter ahli jantung Bharat Sangani, MD dan Nathaniel Lebowitz MD menyampaikan bahwa faktor genetika merupakan penyebab peningkatan kadar kolesterol yang sering diabaikan.

Sangani menjelaskan bahwa faktor genetik seperti lipoprotein (a) atau Lp(a) yang tinggi dapat meningkatkan risiko kardiovaskular bahkan ketika angka kolesterol rutin tidak terlihat terlalu tinggi.

Menurut Lebowitz, "kondisi bawaan seperti kadar Lp(a) yang tinggi dapat secara signifikan meningkatkan risiko terlepas dari gaya hidup sehat" yang dijalankan.

Ia menjelaskan bahwa Lp(a) adalah jenis partikel kolesterol sangat lengket yang memicu pembekuan dan peradangan di arteri serta bertindak seperti lem untuk plak.

Karena faktor genetika ini tidak merespons perubahan pola makan atau gaya hidup, Lebowitz menekankan pentingnya kesadaran untuk menjalani pemeriksaan kolesterol secara berkala guna mendeteksi risiko akibat peningkatan kadar kolesterol.

Selain faktor genetik, kualitas tidur juga berpengaruh pada kadar kolesterol dalam tubuh.

"Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kurangnya istirahat berkualitas dapat mengganggu hormon yang mengatur metabolisme, yang menyebabkan perubahan yang tidak menguntungkan pada kolesterol," kata ​​​​​​​Lebowitz.

Ia menambahkan, kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol dan mengganggu pengaturan nafsu makan, menciptakan efek domino pada keseimbangan lipida darah

Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES mengatakan bahwa peningkatan kadar kortisol dapat meningkatkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL), mendorong penambahan berat badan, dan mengganggu cara tubuh membersihkan kolesterol dari aliran darah.

Jadi, mengupayakan kebiasaan tidur berkualitas patut diprioritaskan dalam mengelola kadar kolesterol.

Faktor lain yang diam-diam mempengaruhi kadar kolesterol tubuh adalah peradangan kronis.

Menurut Lebowitz, peradangan kronis akibat kondisi kesehatan lain seperti gangguan autoimun, penyakit gusi, atau infeksi kronis dapat secara diam-diam mengubah cara tubuh mengelola kolesterol dan meningkatkan risiko penumpukan plak di arteri.

Seiring waktu, peradangan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan kerusakan yang halus namun signifikan, terutama pada dinding arteri, serta mengubah cara tubuh memproses lemak.

Para ahli mengemukakan pentingnya pemeriksaan profil lemak lengkap secara berkala, penerapan pola tidur yang teratur dan berkualitas, penerapan pola hidup sehat, serta manajemen stres dalam upaya untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: