News

AS-Iran Saling Serang Lagi di Selat Hormuz

Teheran (KABARIN) - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah kedua pihak dilaporkan saling melakukan serangan di kawasan Selat Hormuz.

Televisi nasional Iran pada Kamis (7/5) melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah meluncurkan serangan rudal ke pasukan AS sebagai balasan atas aksi militer Amerika terhadap sebuah kapal tanker.

Laporan tersebut mengutip sumber militer Iran, namun tidak menjelaskan secara rinci apakah serangan itu berkaitan langsung dengan insiden sebelumnya di Teluk Oman.

Sehari sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebut pasukannya telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran di sekitar Teluk Oman.

Media Iran juga melaporkan kapal-kapal AS sempat terkena serangan di Selat Hormuz hingga mengalami kerusakan sebelum akhirnya mundur dari wilayah tersebut. Namun, laporan itu tidak menjelaskan kapan tepatnya serangan terjadi.

Situasi makin panas setelah suara ledakan terdengar di wilayah barat Teheran pada Kamis. Kantor berita Mehr menyebut sistem pertahanan udara Iran aktif di ibu kota untuk merespons ancaman serangan.

Di saat yang sama, media AS melaporkan militer Amerika juga melakukan serangan terhadap Pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas. Laporan itu disampaikan oleh Fox News dengan mengutip pejabat senior militer AS.

Meski begitu, pihak AS disebut menilai operasi tersebut bukan untuk memulai kembali perang terbuka dengan Iran.

Konflik antara kedua negara memang kembali meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa dari kalangan sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata. Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru.

Presiden AS Donald Trump kemudian memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata demi memberi waktu kepada Iran menyiapkan “proposal gabungan”.

Eskalasi konflik ini ikut berdampak pada jalur perdagangan global. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan hampir berhenti total karena situasi keamanan yang memburuk.

Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur penting pengiriman minyak dan LNG dari negara-negara Teluk Persia ke berbagai negara di dunia. Akibat gangguan tersebut, harga minyak global juga mulai mengalami kenaikan di banyak wilayah.

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: