Teheran (KABARIN) - Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal uranium Iran yang disebut telah dipindahkan keluar negeri.
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Behnam Saeedi menegaskan tidak ada uranium yang keluar dari Iran dan menyebut pernyataan Trump hanyalah manuver politik.
“Pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni. Tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara ini,” ujar Saeedi dikutip ISNA.
Sebelumnya, Trump mengatakan pemindahan uranium Iran ke AS akan menjadi salah satu syarat utama dalam kesepakatan antara Washington dan Teheran. Ia juga menolak kemungkinan Iran melakukan pengayaan uranium hingga tingkat 3,67 persen.
Pernyataan itu muncul di tengah hubungan kedua negara yang kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Ketegangan mulai meningkat sejak 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan untuk meredakan konflik.
Namun, pembicaraan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan baru.
Setelah negosiasi berjalan buntu, Trump memutuskan memperpanjang penghentian serangan agar Iran memiliki waktu lebih banyak untuk menyusun “proposal terpadu”.
Pernyataan terbaru dari Iran ini menunjukkan bahwa negosiasi kedua negara masih berlangsung alot, terutama terkait isu program nuklir yang sejak lama menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan Washington.
Sumber: SPU