Moskow (KABARIN) - Thailand dan Kamboja mulai menunjukkan tanda-tanda hubungan yang membaik setelah sempat memanas akibat sengketa wilayah perbatasan.
Dalam pertemuan trilateral yang digelar di sela KTT ASEAN 2026 di Cebu, kedua negara sepakat mengambil langkah bertahap untuk memulihkan hubungan bilateral.
"Perdana Menteri Thailand dan Kamboja sepakat untuk menugaskan Menteri Luar Negeri mereka bekerja sama menyusun langkah-langkah untuk membangun kepercayaan dan keyakinan serta secara bertahap memulihkan hubungan bilateral," menurut pernyataan kementerian luar negeri Thailand, Kamis.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr., serta Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.
Pemerintah Thailand juga menyampaikan apresiasi kepada Filipina yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN 2026 karena telah memfasilitasi dialog antara Bangkok dan Phnom Penh.
Dalam pernyataannya, para pihak menyambut baik komitmen Thailand dan Kamboja untuk memperkuat gencatan senjata serta mendorong dialog yang lebih konstruktif demi penyelesaian damai berdasarkan hubungan bertetangga yang baik.
Hubungan kedua negara sebelumnya memanas sepanjang 2025 akibat sengketa wilayah perbatasan yang memicu dua bentrokan bersenjata dalam setahun.
Konflik tersebut bahkan melibatkan penggunaan senjata berat, artileri, roket, hingga pesawat militer sebelum akhirnya kedua negara menyepakati perjanjian gencatan senjata pada 27 Desember 2025.
Kesepakatan terbaru ini dinilai menjadi langkah awal penting untuk meredakan ketegangan dan membuka peluang hubungan Thailand-Kamboja kembali normal secara perlahan.
Sumber: SPU