Tokyo (KABARIN) - Jepang dikabarkan bakal mengirim sejumlah pejabat ke Rusia pada akhir Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk membahas perlindungan aset perusahaan-perusahaan Jepang yang masih beroperasi di Rusia di tengah perang dengan Ukraina yang belum juga berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara pada Senin, sebagai tanggapan atas laporan media yang menyebut Jepang sedang mempertimbangkan pengiriman delegasi ekonomi ke Rusia.
Laporan tersebut sebelumnya menyebut langkah itu dilakukan untuk membuka peluang kerja sama bisnis setelah perang Ukraina selesai nanti. Namun, Kihara membantah adanya agenda kerja sama ekonomi baru dengan Rusia dalam waktu dekat.
Menurut dia, situasi geopolitik saat ini masih belum memungkinkan Jepang membangun hubungan bisnis baru dengan Moskow.
Meski begitu, Kihara menjelaskan kunjungan para pejabat Jepang tersebut tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan pihak Rusia, terutama terkait perlindungan aset dan kepentingan perusahaan Jepang yang masih berada di sana.
Ia juga mengatakan ada kemungkinan perwakilan perusahaan-perusahaan Jepang ikut terlibat dalam pertemuan tersebut.
“Kami akan terus menerapkan sanksi terhadap Rusia sambil tetap mendukung perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di sana,” kata Kihara.
Pernyataan serupa juga sempat disampaikan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang melalui unggahan di platform X pada Sabtu (9/5).
Berdasarkan sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, pemerintah Jepang disebut telah mengusulkan kunjungan selama dua hari mulai 26 Mei 2026.
Delegasi itu kabarnya bakal melibatkan perwakilan sejumlah perusahaan besar Jepang, termasuk perusahaan perdagangan Mitsui & Co. dan perusahaan pelayaran Mitsui O.S.K. Lines Ltd..
Sejak Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada 2022, Jepang memang ikut menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia bersama negara-negara anggota G7 dan sejumlah negara mitra lainnya.
Meski hubungan politik kedua negara memanas akibat perang, Jepang tampaknya masih berusaha menjaga kepentingan bisnis perusahaan-perusahaannya yang sudah lebih dulu beroperasi di Rusia.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026