Istanbul (KABARIN) - Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak masyarakat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar melalui upaya seperti bekerja dari rumah karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terus mendorong kenaikan harga energi global.
“Selama periode Corona virus, kita menerapkan kerja dari rumah, rapat daring, konferensi video, dan mengembangkan banyak sistem semacam itu,” kata Modi, menurut India Today, Minggu.
“Kita juga sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut,” tambahnya.
Menurut Modi, saat ini praktik-praktik tersebut adalah hal yang dibutuhkan demi kepentingan nasional dan menjadi prioritas.
“Bensin dan solar telah menjadi sangat mahal di seluruh dunia,” kata Modi dan menambahkan "menjadi tanggung jawab kita semua untuk menghemat devisa yang dihabiskan untuk membeli bensin dan solar, dengan cara menghemat penggunaan bahan bakar tersebut".
Modi juga mendesak masyarakat untuk menghindari pembelian emas untuk pernikahan selama satu tahun sebagai bagian dari upaya mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Ia selanjutnya menyerukan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi minyak goreng dan mendorong petani untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia impor.
“Kita harus mengurangi konsumsi pupuk kimia hingga setengahnya dan beralih ke pertanian alami,” katanya.
“Dengan cara ini, kita dapat menghemat devisa dan melindungi pertanian kita serta Ibu Pertiwi,” tambahnya.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk.
Selat Hormuz, jalur air global utama yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak global, juga mengalami gangguan serius akibat konflik tersebut.
Sumber: ANAD