Padang (KABARIN) - Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi dan menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter dari puncak gunung.
Petugas Pos Gunung Api Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan letusan terjadi sekitar pukul 10.19 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 10.19 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak gunung,” kata Bilal di Padang, Sabtu.
Dalam laporan pengamatan, abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke wilayah tenggara.
Erupsi tersebut juga terekam di alat seismograf dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan berlangsung selama sekitar 32 detik.
Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.
Dengan status tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
Selain ancaman erupsi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga mengingatkan potensi bahaya lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi.
Risiko tersebut bisa meningkat saat hujan turun karena material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung berpotensi terbawa arus air dan memicu banjir lahar.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker apabila terjadi hujan abu untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Petugas pemantau gunung api terus mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan erupsi susulan maupun aliran lahar dingin yang bisa terjadi sewaktu waktu.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026