News

Tembok Rel yang Dijebol Diduga Jadi Akses Tawuran Warga di Klender Jaktim

Jakarta (KABARIN) - Aksi tawuran kembali pecah di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, perbatasan Klender dan Cipinang Muara, Jakarta Timur, Senin (25/5) pagi. Kali ini, perhatian aparat tertuju pada dua lubang besar di tembok pembatas rel kereta api yang diduga dijebol dan dijadikan jalur akses keluar-masuk para pelaku tawuran.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur Muhammadong mengatakan lokasi bentrokan berada di wilayah Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit. Kelompok tersebut diduga terlibat tawuran dengan warga Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, yang letaknya berada di seberang rel kereta dan Jalan I Gusti Ngurah Rai.

"Lokasi tawuran berada di wilayah Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit. Diduga mereka terlibat tawuran dengan warga Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, yang lokasinya berseberangan dengan rel kereta api dan Jalan I Gusti Ngurah Rai tersebut," kata Muhammadong di Jakarta, Senin.

Tawuran yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu sempat bikin lalu lintas pagi di jalur utama tersebut terganggu. Bentrokan pecah tepat saat warga mulai beraktivitas dan berangkat kerja.

Aparat gabungan dari kepolisian, Brimob Polda Metro Jaya, hingga Satpol PP langsung turun ke lokasi usai menerima laporan adanya keributan di tengah padatnya aktivitas masyarakat.

Muhammadong menyebut pihaknya mengerahkan sekitar 30 personel Satpol PP untuk membantu pembubaran massa di lokasi kejadian.

"Kita kerahkan sekitar 30 personel Satpol PP untuk membantu membubarkan aksi tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai," ujarnya.

Meski begitu, tidak ada pelaku yang berhasil diamankan karena seluruh kelompok yang terlibat tawuran lebih dulu melarikan diri sebelum petugas melakukan penindakan.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa delapan anak panah dan enam selongsong petasan roket yang diduga dipakai saat bentrokan berlangsung.

Sementara itu, Lurah Cipinang Muara Komarudin mengatakan pihaknya menyoroti keberadaan dua lubang besar di tembok pembatas rel kereta api. Lubang tersebut diduga sengaja dibuat untuk memudahkan akses para pelaku tawuran.

"Ditemukan dua lubang besar di tembok pembatas rel. Diduga itu sengaja dijebol untuk akses keluar masuk pelaku," ungkap Komarudin.

Setelah kejadian, pihak kelurahan langsung mengerahkan lima petugas PPSU untuk membersihkan batu, puing petasan, dan sisa material lainnya yang berserakan di sekitar lokasi.

Meski pembersihan dilakukan dalam skala kecil, langkah itu dilakukan agar akses jalan kembali aman dan tidak mengganggu pengguna jalan yang melintas.

Hingga sekitar pukul 08.20 WIB, aparat gabungan masih berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan tawuran susulan. Polisi, Brimob, dan Satpol PP juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan bentrokan.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: