Semarang (KABARIN) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan yang berkunjung ke kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, selama periode Juli hingga September agar mewaspadai penurunan suhu yang dapat memicu munculnya fenomena embun beku atau embun upas.
"Kami imbau wisatawan yang akan berkunjung selama periode Juni sampai September untuk menyiapkan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi setempat, seperti jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Semarang Yoga Sambodo di Semarang, Kamis.
Yoga menjelaskan suhu udara di kawasan Dieng pada periode tersebut berpotensi turun hingga di bawah nol derajat Celsius. Kondisi itu memicu terbentuknya butiran es di permukaan tanaman maupun benda lain yang dikenal masyarakat sebagai embun upas.
Menurut dia, secara klimatologis fenomena tersebut terjadi karena pada periode Juni hingga September tekanan udara di Benua Australia lebih tinggi dibandingkan Benua Asia.
Akibatnya, angin bertiup dari Australia menuju Asia melintasi Indonesia yang menandai berlangsungnya musim kemarau seiring aktifnya angin monsun Australia.
Pada musim kemarau, tutupan awan cenderung sangat minim sehingga sinar matahari pada siang hari terasa lebih terik dan menyebabkan suhu udara meningkat.
Di sisi lain, pada malam hari permukaan bumi melepaskan kembali panas secara maksimal karena langit yang cerah tanpa tutupan awan, sehingga suhu udara turun drastis.
"Sama seperti pada siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari tutupan awan," ujar Yoga.
Ia menambahkan, kelembapan udara yang tinggi di kawasan pegunungan dan dataran tinggi turut mendukung terbentuknya embun beku karena menunjukkan kandungan uap air di udara cukup besar.
BMKG memperkirakan fenomena embun upas di kawasan Dieng akan mencapai puncaknya pada Agustus. Oleh karena itu, wisatawan diimbau mempersiapkan perlengkapan yang sesuai agar tetap nyaman dan aman selama beraktivitas di kawasan wisata tersebut.
Sumber: ANTARA