News

Jepang Bantah Pengiriman Rudal Tomahawk AS Mengalami Penundaan

Tokyo (KABARIN) - Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi membantah laporan yang menyebut pengiriman rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat ke Jepang akan mengalami penundaan besar.

Ia menegaskan bahwa jadwal pengadaan tetap berjalan sesuai rencana, yakni pada periode tahun fiskal 2025 hingga 2027.

“Rencana kami untuk memperoleh rudal tersebut antara tahun fiskal 2025 hingga 2027 tetap tidak berubah pada saat ini,” kata Koizumi kepada wartawan di Tokyo, Selasa.

Pernyataan itu merespons laporan media asing yang menyebut Washington kemungkinan menunda pengiriman karena prioritas pengisian ulang stok persenjataan yang menipis.

Meski demikian, Koizumi mengakui bahwa keterlambatan dalam pengadaan peralatan pertahanan dari luar negeri bisa saja terjadi dalam kondisi tertentu.

“Kami akan terus bekerja sama erat dengan Amerika Serikat untuk memastikan proses akuisisi berjalan dengan tepat,” ujarnya.

Jepang sebelumnya telah menandatangani kontrak dengan AS untuk membeli hingga 400 rudal Tomahawk antara 2025 hingga 2027 sebagai bagian dari penguatan kemampuan pertahanan dan daya tangkal di kawasan.

Penerjemah: Katriana
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: