Trip

Jumlah Wisatawan Lokal ke Jakarta Turun pada April 2026

Jakarta (KABARIN) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan jumlah perjalanan wisatawan lokal ke ibu kota pada April 2026 sebanyak 8,74 juta perjalanan, atau turun sebesar 19,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Begitu pula secara tahunan, turun sebesar 17,44 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jakarta secara bulanan didorong oleh berakhirnya periode arus mudik pada Maret 2026.

Secara tahunan, penurunan itu dipengaruhi oleh perbedaan periode arus mudik. Pada 2025, arus mudik terjadi pada Maret, sedangkan arus mudik pada 2026 terjadi pada April.

Di sisi lain, Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah favorit tujuan wisatawan nusantara, dengan kontribusi sebesar 28,10 persen.

"Jakarta Selatan memiliki lokasi wisata yang banyak, kemudian pusat kulinernya juga banyak, dan juga pusat-pusat destinasi lainnya dibanding dengan wilayah Jakarta yang lain," ujar Kadarmanto.

Sementara itu, wilayah lainnya, yakni Jakarta Pusat berada di posisi kedua dengan kontribusi 20,42 persen, Jakarta Timur berkontribusi 19,48 persen, Jakarta Barat berkontribusi 16,32 persen, Jakarta Utara berkontribusi 15,16 persen, dan Kepulauan Seribu berkontribusi 0,52 persen.

TPK hotel di Jakarta

Lebih lanjut, Kadarmanto mengatakan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel Bintang di Jakarta mencapai 54,80 persen pada April 2026, atau naik 10,83 persen poin dibandingkan Maret 2026.

"Juga secara tahunan, naik sebesar 7,94 persen poin dibandingkan pada bulan April 2025," tutur Kadarmanto.

Sementara itu, untuk hotel non-bintang, TPK tercatat sebesar 38,09 persen, atau naik sebesar 3,44 persen poin secara bulanan, dan juga meningkat 0,05 persen poin secara tahunan.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang di Jakarta pada April tercatat sebesar 1,60 malam.

"Artinya, para tamu menginap itu antara 1 sampai 2 malam," ungkap Kadarmanto.

Angka tersebut mengalami peningkatan yang sangat tipis atau kurang dari 0,01 poin dibandingkan Maret 2026 secara bulanan, dan turun 0,05 poin dibandingkan April 2025.

Sedangkan, untuk hotel non-bintang dan akomodasi lainnya, rata-rata lama menginap tamu pada April 2026 sebesar 1,33 malam, atau turun sebesar 0,01 poin secara bulanan, dan turun 0,03 poin secara tahunan.

Sementara itu, tamu di hotel bintang didominasi oleh tamu Indonesia dengan proporsi sebesar 88,93 persen, sedangkan tamu asing hanya sebanyak 11,07 persen.

"Hotel bintang tiga masih menjadi favorit bagi tamu Indonesia yang dengan proporsi sebesar 34,6 persen. Sedangkan, tamu asing cenderung menginap di hotel bintang empat yang mencapai 43,12 persen," jelas Kadarmanto.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: