Sport

Lanny/Apriyani Pilih Fokus Perkuat Fondasi, Tunda Pembicaraan Olimpiade 2028

Jakarta (KABARIN) - Lanny Tria Mayasari dan Apriyani Rahayu kompak mengambil sikap santai soal peluang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Keduanya memilih tidak terlalu jauh memikirkan target besar itu dan lebih fokus membangun kekompakan di lapangan.

Apriyani menjelaskan bahwa dirinya dan Lanny masih dalam tahap awal sebagai pasangan baru yang mulai disatukan pada awal 2026. Karena itu, menurut peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut, ada banyak hal dasar yang perlu dibereskan lebih dulu sebelum bicara soal perburuan poin Olimpiade.

"Saya jujur, kami sekarang tidak fokus untuk mengejar poin Olimpiade. Memang kami mau targetnya Olimpiade, hanya yang kami sekarang fokuskan PR ke depannya. Seperti cara kami bermain, pola permainan kami, dan salah satunya lagi komunikasi kami," kata Apriyani di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.

Pernyataan itu muncul setelah nama pasangan Apriyani dan Lanny belum masuk dalam daftar prioritas proyeksi ganda putri Indonesia menuju LA 2028 yang disusun tim pelatih PBSI. Sebelumnya, pelatih kepala ganda putri Karel Mainaky menempatkan beberapa pasangan lain sebagai fokus utama dalam proyek jangka panjang tersebut.

Apriyani menanggapi situasi itu dengan tenang. Ia menegaskan bahwa jalan menuju Olimpiade tidak ditentukan oleh status proyeksi, melainkan dari proses harian yang terus dibangun bersama pasangan di lapangan.

"Jadi yang kami mau step by step. Kami mau memperbaiki itu dulu. Kami akan mempersiapkan hal-hal kecil dulu sehingga pada akhirnya kami akan menunjang juga ke sana," ujar Apriyani.

Ia juga menekankan bahwa mimpi tampil di Olimpiade tetap ada, hanya saja tidak ingin menjadikannya tekanan yang justru mengganggu perkembangan permainan mereka sebagai pasangan baru.

"Fokus kami itu adalah memperbaiki, apa yang Lanny mau perbaiki, saya pun juga sama. Dari secara komunikasi, secara kami bermain, secara kami saling percaya satu sama lain," kata Apriyani.

"Jadi makin ke sini kian terbentuk dan kami enggak mau muluk-muluk. Ya pasti akan Olimpiade, siapa sih yang tidak mau ke Olimpiade," ujar dia menambahkan.

Dari sisi Lanny, pendekatannya juga serupa. Ia memilih tidak memikirkan terlalu jauh soal kualifikasi Olimpiade karena saat ini masih dalam tahap mencari hasil terbaik bersama Apriyani.

"Kalau dari saya, mungkin dari pelatih memang belum diprioritaskan kan. Jadi ya dari saya pribadi memikirkan yang sekarang dulu karena memang juga belum ada hasil ya, benar-benar kayak juara gitu. Nanti kalau misalkan sudah ada juara, mungkin kami bakal fokus ke sana," kata Lanny.

Sejak dipasangkan awal tahun, keduanya memang menunjukkan progres yang cukup terlihat. Hasil terbaik mereka datang saat menembus semifinal turnamen Super 500 Indonesia Masters dan Super 100 Ruichang China Masters.

Namun di ajang Super 1000 Indonesia Open 2026, langkah mereka harus terhenti lebih cepat setelah kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto dengan skor 18-21 dan 19-21.

Hasil itu menjadi bahan evaluasi baru bagi pasangan ini. Lanny dan Apriyani sama sama menegaskan bahwa pekerjaan rumah terbesar mereka ada pada komunikasi, pola permainan, dan rasa saling percaya sebelum melangkah lebih jauh ke target besar seperti Olimpiade Los Angeles 2028.

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: