Jakarta (KABARIN) - Neymar tampaknya sudah memberikan sinyal kuat bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung terakhirnya bersama tim nasional Brasil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Bintang Santos FC itu membuat para penggemar ramai berspekulasi setelah menanggapi postingan di media sosial FIFA yang menampilkan perjalanan kariernya dari masa muda hingga menjadi salah satu pemain terbaik generasinya. Dalam kolom komentar, Neymar hanya menulis dua kata singkat yang langsung mencuri perhatian: "The last dance".
Frasa tersebut tentu tidak asing bagi pencinta olahraga. Istilah "The Last Dance" identik dengan musim terakhir legenda NBA Michael Jordan bersama Chicago Bulls pada 1997-98 dan kerap digunakan untuk menggambarkan penampilan terakhir seorang atlet di panggung besar.
Komentar Neymar itu langsung dianggap sebagai isyarat bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi kesempatan terakhirnya membela Selecao di ajang tersebut.
Saat ini Neymar sudah berusia 34 tahun. Jika Brasil melangkah jauh di Piala Dunia 2026, usia sang penyerang akan mendekati 35 tahun ketika turnamen berakhir. Dengan riwayat cedera yang terus menghantuinya dalam beberapa tahun terakhir, keputusan untuk menjadikan turnamen ini sebagai penutup karier Piala Dunia terasa cukup masuk akal.
Neymar sendiri merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Brasil. Ia berstatus sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional dengan koleksi 79 gol dari 128 penampilan internasional. Catatan itu membuatnya melampaui legenda Brasil, Pele, dalam daftar top skor sepanjang masa tim nasional.
Namun perjalanan Neymar bersama Brasil dalam beberapa tahun terakhir tidak berjalan mulus. Sejak mengalami cedera robek ligamen krusiat anterior (ACL) saat membela Brasil pada Oktober 2023, mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu lebih sering berada di ruang perawatan dibandingkan di atas lapangan.
Cedera tersebut membuatnya harus menepi dalam waktu yang sangat lama. Setelah kembali bermain, Neymar kembali dihantam sejumlah masalah kebugaran yang menghambat upayanya untuk kembali ke performa terbaik.
Masalah terbaru datang dari cedera otot betis yang berpotensi membuatnya absen pada laga pembuka Brasil melawan Maroko pada 13 Juni. Situasi ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelatih dan para pendukung Selecao yang berharap Neymar bisa tampil maksimal di turnamen tersebut.
Jika benar Piala Dunia 2026 menjadi "tarian terakhir" Neymar, maka turnamen ini akan menjadi edisi keempat yang ia ikuti sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia tampil di Piala Dunia 2014 yang digelar di negaranya sendiri, kemudian di Rusia pada 2018, dan Qatar pada 2022.
Meski sudah mengoleksi berbagai gelar individu dan klub sepanjang kariernya, satu trofi yang masih belum berhasil diraih Neymar adalah trofi Piala Dunia. Ia sempat membawa Brasil mencapai semifinal pada 2014 sebelum cedera punggung membuatnya absen dalam kekalahan bersejarah 7-1 dari Jerman.
Delapan tahun kemudian di Qatar, Neymar kembali gagal mewujudkan mimpinya setelah Brasil tersingkir secara dramatis dari Kroasia di babak perempat final.
Karena itulah, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi kesempatan terakhir Neymar untuk menuntaskan misi yang selama ini belum tercapai. Jika benar demikian, maka para penggemar sepak bola di seluruh dunia akan menyaksikan babak akhir perjalanan salah satu pemain paling berbakat yang pernah dimiliki Brasil.
Dan seperti yang ditulis Neymar sendiri, mungkin inilah "The Last Dance".
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026