Jakarta (KABARIN) - Aplikasi kebugaran Strava meluncurkan sejumlah fitur baru untuk aktivitas mendaki gunung (hiking) yang dapat membantu pengguna merencanakan perjalanan, menavigasi jalur pendakian, hingga membagikan pengalaman mereka kepada komunitas.
Menurut keterangan resminya di Jakarta, Minggu, Strava menyebut pembaruan tersebut hadir seiring meningkatnya popularitas hiking sebagai bagian dari tren olahraga. Berdasarkan laporan Year In Sport Strava, jumlah klub hiking di platform tersebut meningkat 5,8 kali lipat sepanjang 2025.
Pembaruan itu menghadirkan berbagai fitur yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengguna. Strava juga menyediakan fitur yang lebih lengkap khusus untuk pengguna berlangganan, termasuk perencanaan rute lanjutan, navigasi offline, dan fitur berbagi sinematik bagi para atlet yang ingin menjelajah lebih jauh.
Untuk mendukung perencanaan perjalanan, aplikasi itu memperbarui tampilan peta dengan informasi yang lebih lengkap. Strava akan menampilkan detail permukaan jalur serta berbagai titik penting seperti titik awal pendakian, area piknik, dan lokasi perkemahan.
Strava juga menyediakan fitur Penemuan Rute yang memanfaatkan data aktivitas global untuk menampilkan jalur populer di suatu wilayah.
Selain itu, fitur Pembuat Rute memungkinkan pengguna merancang jalur pendakian dengan informasi jarak, elevasi, dan kondisi permukaan secara aktual.Lalu, fitur Penyimpanan Rute memungkinkan pengguna menyimpan rute dari berbagai halaman di aplikasi untuk diakses kembali dengan lebih mudah.
Di sisi navigasi, Strava menghadirkan fitur baru bernama Peringatan Keluar Rute yang akan memberi notifikasi ketika pengguna keluar dari jalur yang telah direncanakan.
Selain itu, pengguna kini dapat memanfaatkan navigasi rute langsung melalui Apple Watch tanpa perlu membuka ponsel. Rute yang dibuat di Strava dapat disinkronisasikan ke perangkat Garmin, Apple Watch, dan Coros yang kompatibel.
Untuk pengguna yang sering beraktivitas di daerah dengan sinyal terbatas, aplikasi tetap menyediakan fitur rute offline sehingga navigasi dapat dilakukan tanpa koneksi internet.
Aplikasi itu juga menghadirkan peta layar penuh saat perekaman aktivitas serta informasi ketinggian secara aktual untuk membantu pengguna mengatur ritme dan tenaga selama pendakian.
Pada pembaruan kali ini, Strava memperkenalkan tampilan Peta Aktivitas 3D yang memungkinkan pengguna melihat rute pendakian dalam bentuk lanskap tiga dimensi lengkap dengan detail topografi dan elevasi.
Kemudian untuk fitur sosial, aplikasi tersebut menghadirkan fitur Ulangi Aktivitas yang dapat menampilkan kembali aktivitas pendakian di beranda pengguna sehingga teman-teman mereka dapat melihat rute tersebut dari awal hingga akhir.
Strava juga menyediakan stiker statistik yang memuat informasi jarak, elevasi, dan durasi aktivitas untuk dibagikan ke media sosial.
Sementara itu, fitur Flyover memungkinkan pengguna membuat animasi tiga dimensi dari rute yang telah ditempuh berdasarkan data elevasi sebenarnya. Fitur ini tersedia khusus bagi pelanggan berlangganan.
Saat ini sebagian besar fitur sudah tersedia di aplikasi Strava, sedangkan pembaruan gaya peta akan diluncurkan pada September-Oktober tahun ini.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026