Jakarta (KABARIN) - Penyanyi Fajar Noor resmi merilis album penuh pertamanya yang diberi judul “Sementara, Selamanya”. Album ini membawa tema besar tentang perjalanan cinta yang naik turun, dikemas lebih personal dari sudut pandang dirinya sendiri.
Fajar menjelaskan, album ini menggambarkan siklus cinta yang terasa hanya sementara tetapi meninggalkan kesan yang bertahan lama.
Ia menyebut seluruh isi album merupakan rangkuman pengalaman emosionalnya dalam menjalani hubungan, mulai dari fase jatuh cinta, konflik, perpisahan, hingga perasaan yang masih tersisa.
Album “Sementara, Selamanya” berisi delapan lagu. Beberapa di antaranya merupakan single yang sudah lebih dulu dirilis seperti “Tahta Hatiku #Pendampingmu”, “Tuhan Tahu Kita Saling Cinta”, dan “Sembuh Tanpaku”.
Lagu pembuka album berjudul “Yang Kutuju” menggambarkan momen awal hubungan yang hangat dan penuh rasa sayang. Suasana cinta yang masih indah menjadi fokus utama dalam lagu ini.
Selanjutnya ada “Satu Satunya” yang dikemas lebih upbeat dan bercerita tentang kenangan masa lalu yang masih sulit dilupakan meski hubungan sudah berakhir.
Lagu “Salah Apa Aku” dipilih sebagai fokus utama album ini. Lagu tersebut menggambarkan rasa lelah seseorang yang berjuang sendirian mempertahankan hubungan. Fajar mengaku langsung jatuh hati saat pertama kali mendengar demo lagu itu.
Ia bahkan punya pengalaman tersendiri saat proses rekaman karena membutuhkan suasana yang benar benar tenang untuk menjiwai lagu tersebut.
Ada juga lagu “Jangan Datang Saat Kesepian” yang menyinggung tentang seseorang yang hadir bukan karena cinta, melainkan hanya saat membutuhkan.
Album ini ditutup dengan lagu “8” yang menggambarkan perpisahan panjang dan kenangan yang tetap tinggal di dalam hati.
Dalam proses produksinya, Fajar Noor turut bekerja sama dengan sejumlah produser seperti Arsy Widianto dan Iqbal Siregar untuk menghadirkan warna pop ballad yang sederhana namun tetap modern.
Melalui “Sementara, Selamanya”, Fajar merangkum berbagai fase cinta yang banyak dialami orang, mulai dari jatuh cinta, konflik, kehilangan, hingga perasaan yang belum benar benar selesai meski hubungan sudah berakhir.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026