Sport

Lionel Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Lolos ke Fase Gugur

Dallas, Amerika Serikat (KABARIN) - Lionel Messi mencatatkan sejarah baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia setelah membawa Argentina menang 2-0 atas Austria pada laga yang digelar Senin (22/6), sekaligus memastikan langkah timnya ke fase gugur.

Messi menambah koleksi golnya menjadi 17 di Piala Dunia, melampaui rekor sebelumnya yang ia miliki bersama legenda Jerman Miroslav Klose. Gol tersebut lahir lewat penyelesaian dari umpan silang Facundo Medina, yang sekaligus menebus kegagalannya mengeksekusi penalti pada awal pertandingan.

Peraih delapan Ballon d'Or itu kemudian menggandakan keunggulan Argentina pada masa tambahan waktu babak kedua. Tambahan dua gol dalam laga ini membuat Messi telah mengoleksi lima gol pada turnamen berjalan.

Berkat kemenangan tersebut, Argentina memuncaki klasemen Grup J dengan enam poin, unggul tiga angka dari Austria yang berada di posisi kedua dengan satu pertandingan tersisa sebelum babak 32 besar dimulai.

Sejak awal laga, Argentina sempat menekan melalui peluang Thiago Almada yang hanya mengenai sisi luar gawang. Namun, kesempatan emas justru datang ketika Lautaro Martinez dilanggar di kotak penalti oleh Stefan Posch dan Xaver Schlager. Setelah meninjau VAR, wasit menunjuk titik putih, tetapi eksekusi Messi pada menit kesembilan melenceng dari sasaran.

Kegagalan tersebut membuat jalannya pertandingan berlangsung ketat dan kurang mengalir. Austria beberapa kali mampu menekan lewat lini tengah, dengan Marcel Sabitzer yang mencatat penampilan ke-100 bersama timnas serta Konrad Laimer menjadi motor serangan dari sisi sayap.

Argentina kesulitan menembus pertahanan rapat Austria dan hanya menciptakan sedikit peluang bersih. Messi sempat mengancam pada menit ke-19 setelah menerima umpan Martinez, namun tembakannya berhasil digagalkan kiper Alexander Schlager.

Secara perlahan, Argentina mulai menguasai permainan melalui kombinasi Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandez. Dominasi tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-38 ketika Medina mengirim umpan datar dari sisi kiri yang dibiarkan Almada, sebelum Messi menyelesaikannya dengan tembakan kaki kiri yang tak mampu dibendung kiper lawan.

Memasuki babak kedua, Austria meningkatkan intensitas serangan dan sempat menekan pertahanan Argentina. Upaya mereka baru benar-benar mengancam pada menit ke-54 melalui tembakan keras Sabitzer yang memaksa Emiliano Martinez melakukan penyelamatan penting.

Pelatih Austria Ralf Rangnick kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan Marko Arnautovic dan Carney Chukwuemeka untuk menambah daya gedor. Austria mendominasi penguasaan bola dan terus mengirim umpan ke area pertahanan Argentina, namun lini belakang juara bertahan tetap tampil disiplin.

Di sisi lain, Lionel Scaloni turut merotasi lini serang dengan memasukkan Julian Alvarez dan Nico Gonzalez guna menjaga keunggulan sekaligus memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Austria yang semakin agresif menyerang.

Peluang terbaik Austria hadir pada masa tambahan waktu ketika Kevin Danso menyundul bola hasil situasi bola mati, namun sundulan Patrick Wimmer masih melebar tipis dari gawang.

Upaya Austria untuk menyamakan kedudukan akhirnya pupus tak lama kemudian. Serangan Argentina kembali mengancam melalui Alvarez dan Messi, sebelum Messi bereaksi cepat menyambar bola liar untuk mencetak gol keduanya pada menit ke-95.

Messi hampir saja mencatatkan hattrick melalui tendangan bebas di menit-menit akhir, namun bola hanya melenceng tipis dari gawang Austria. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai dan memastikan kemenangan kedua Argentina di turnamen tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: