Jakarta (KABARIN) - Penyedia layanan stok gambar, Getty Images, secara resmi mengumumkan kesepakatan multi-tahun dengan perusahaan kecerdasan artifisial (AI) OpenAI.
Kerja sama kedua perusahaan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa konten-konten berlisensi dari Getty Images nantinya dapat ditampilkan dalam pencarian layanan OpenAI termasuk ChatGPT.
"Konten visual berkualitas tinggi dan berlisensi membuat pencarian dan penemuan berbasis AI menjadi lebih bermanfaat dan lebih tepercaya," kata CEO Getty, Craig Peters, dalam sebuah pernyataan mengutip Engadget, Senin (22/6) waktu setempat.
Lebih lanjut Craig Peters mengatakan, "Kemitraan dengan OpenAI ini mencerminkan pengakuan bersama akan hal itu, dan bersama-sama kami akan memberikan pengalaman visual yang lebih kaya kepada pengguna ChatGPT."
Sebelum adanya kerja sama multitahun itu, Getty awalnya mengambil sikap tegas menentang kerja sama dengan perusahaan AI.
Pada September 2022, Getty bahkan melarang semua karya seni yang dihasilkan AI tampil di layanannya.
Beberapa bulan kemudian, Getty menggugat Stability AI dengan tuduhan pelanggaran hak cipta. Pada akhirnya di akhir 2025, tuntutan tersebut ditolak oleh otoritas terkait.
Setelah melarang karya seni yang dihasilkan AI tampil di layanannya, Getty setahun kemudian menghadirkan AI generatif miliknya sendiri yang dilatih dengan pustaka gambar miliknya didukung dengan model AI Edigy dari NVIDIA.Setiap gambar yang dihasilkan oleh AI Getty itu dilengkapi dengan lisensi bebas royalti.
Setelahnya pada Oktober 2025, Getty mulai melakukan langkah kontra lainya dengan bekerja sama menggaet Perplexity AI.
Memungkinkan alat pencarian dan penemuan AI milik Perplexity bisa mengakses perpustakaan Getty. Setelahnya kini ada kerja sama terbaru Getty dengan OpenAI.
Sejauh ini Getty belum membagikan detail apa pun mengenai apakah gambar-gambarnya akan digunakan dalam pelatihan AI untuk OpenAI, meski begitu kesepakatannya dengan Perplexity tidak mengizinkan hal tersebut terjadi.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026