Tekno

Mark Zuckeberg Ingin Meta Punya Aplikasi Prediction Market Sendiri

Jakarta (KABARIN) - CEO Meta Mark Zuckeberg dilaporkan ingin perusahaannya membangun aplikasi prediction market atau pasar prediksi secara mandiri setelah menyebutkan praktik tersebut sebagai tren masa depan.

Hal ini pertama kali dilaporkan oleh New York Times sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Selasa (23/6) waktu setempat.

Menurut laporan itu, Zuck menginginkan perusahaan raksasa teknologinya memiliki aplikasi ponsel pintar yang mirip dengan Polymarket.

Ia bahkan telah memberikan lampu hijau untuk mengembangkan aplikasi tersebut dan saat ini diberi nama secara internal sebagai "Arena".

Nantinya aplikasi tersebut diyakini tidak akan terhubung dengan jejaring sosial yang saat ini dimiliki oleh Meta namun bisa saja situs-situs media sosial tersebut mengarahkan pengguna untuk berinteraksi dengan "Arena".

Lebih lanjut, sumber internal yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa konsep Arena saat ini digambarkan sebagai aplikasi "eksperimental namun masuk sebagai prioritas utama". Lebih menariknya lagi, Meta merancang aplikasi ini tidak fokus untuk melibatkan uang.

Perusahaan disebut merancang "Arena" dengan menghadirkan permainan video di mana pengguna akan mendapatkan poin kana bertaruh dengan benar pada topik tertentu.

Meski begitu, kemungkinan uang digunakan di dalam aplikasi ini dapat saja ditambahkan di kemudian hari.

Pasar prediksi dalam setahun terakhir telah menjadi tren yang dikenal para oportunis menghasilkan keuntungan besar namun kini berakhir kontroversi.

Hingga April 2026, volume perdagangan di platform pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi telah mencapai puluhan miliar dolar AS.

Situs media sosial yang terafiliasi pasar ini seperti X juga diketahui memanfaatkan industri tersebut.

Di samping keuntungan dari perdagangan pasar prediksi, terdapat juga kasus hukum yang meningkat secara tajam.

Salah satunya seperti kasus yang melibatkan mantan perwira tinggi pasukan khusus AS bernama Gannon Ken Van Dyke yang dituduh menggunakan informasi orang dalam untuk mendapatkan keuntungan pasar prediksi dari operasi penangkapan presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Ada juga kasus mantan anggota kongres New York Geoge Santos yang tengah menjalani penyelidikan atas dugaan perdagangan di platform Kalshi.

Negara-negara bagian AS juga banyak yang menggugat pasar prediksi atas dugaan pelanggaran hukum perjudian.

Negara-negara lain termasuk Indonesia juga memblokir akses ke platform-platform pasar prediksi karena dinilai memenuhi unsur perjudian daring.

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: