Jakarta (KABARIN) - Proyek kecerdasan artifisial (AI) OpenClaw resmi menghadirkan aplikasi mandiri untuk perangkat Android dan iPhone. Dengan kehadiran aplikasi ini, pengguna kini bisa mengunduh agen AI tersebut langsung melalui Google Play Store maupun App Store.
Berdasarkan laporan Engadget, aplikasi OpenClaw memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI secara langsung dari ponsel. Pengguna dapat mengobrol, memantau tugas yang sedang dikerjakan AI, hingga memberikan persetujuan sebelum AI menjalankan suatu tindakan.
Tak hanya itu, aplikasi juga dapat memperoleh izin untuk mengakses berbagai fitur di perangkat, seperti kamera, layar, lokasi, foto, kontak, kalender, dan pengingat agar AI dapat menjalankan tugas sesuai kebutuhan pengguna.
OpenClaw awalnya dikembangkan sebagai proyek AI berskala kecil. Kini, proyek tersebut dikelola sebagai perangkat lunak sumber terbuka atau open-source oleh OpenClaw Foundation setelah pendirinya, Peter Steinberger, bergabung dengan OpenAI pada awal 2026.
Aplikasi OpenClaw untuk Android dan iPhone juga diterbitkan langsung oleh OpenClaw Foundation.
Saat mengumumkan bergabungnya Steinberger, OpenAI menyatakan akan memberikan dukungan kepada OpenClaw Foundation. Namun, perusahaan belum menjelaskan bentuk dukungan yang akan diberikan.
Peluncuran aplikasi ini menjadi langkah penting bagi perkembangan teknologi agen AI, terutama di ekosistem Apple yang selama ini dikenal memiliki proses peninjauan aplikasi yang lebih ketat.
Sebelumnya, Apple dikabarkan sempat menolak sejumlah aplikasi agen AI karena alasan keamanan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Akibat kebijakan tersebut, pengguna iPhone sebelumnya harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga seperti Telegram atau WhatsApp untuk berinteraksi dengan agen AI. Kini, mereka dapat mengakses OpenClaw langsung melalui aplikasi resminya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026