News

Trump Sebut Iran Ingin Berdamai, tetapi AS Ragukan Komitmennya

Istanbul (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran telah menghubunginya untuk melanjutkan perundingan setelah rangkaian serangan militer Amerika Serikat di kawasan.

Meski demikian, Presiden AS itu mengaku masih meragukan keseriusan Teheran dalam menjalankan kesepakatan apabila nantinya tercapai.

“Mereka menelepon belum lama ini. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Saya hanya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya juga tidak tahu apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu. Itulah masalahnya,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Rabu.

Trump menegaskan bahwa setiap serangan Iran terhadap Amerika Serikat akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

“Mereka sedikit melakukan sesuatu hari ini, tetapi itu sebenarnya hanya aksi balasan atas apa yang terjadi tadi malam. Ketika mereka menyerang, kami membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar,” ucap Trump.

Ia juga mengisyaratkan konflik dengan Iran masih berpotensi berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas, meski menilai posisi Amerika Serikat saat ini unggul.

“Ada banyak cara bagi kami untuk menang, tetapi secara militer kami sudah menang,” kata dia.

Saat ditanya mengenai kemungkinan konflik meluas, Trump menjawab, “Saya tidak tahu, tetapi kami menang dengan sangat cepat.”

Selain membahas Iran, Trump menyinggung kemungkinan pengurangan jumlah pasukan AS di Eropa. Menurutnya, keputusan tersebut akan dipengaruhi perkembangan situasi di Greenland dan Iran.

Ia mengatakan belum mengambil keputusan final, namun membuka peluang penarikan pasukan apabila tidak tercapai kesepakatan yang memuaskan terkait Greenland.

Sementara itu, United States Central Command sebelumnya menyatakan telah melancarkan serangan tambahan terhadap Iran guna melemahkan kemampuan negara tersebut mengancam kebebasan pelayaran di Strait of Hormuz.

“Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas agresi yang baru-baru ini dilakukan tanpa alasan yang dapat dibenarkan terhadap kapal-kapal komersial dan awak sipil yang berlayar secara bebas di jalur perairan internasional yang vital,” kata CENTCOM melalui platform X.

Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Axios bahwa militer Amerika menyerang dua jembatan rel kereta api di Iran utara menggunakan rudal jelajah dalam operasi pada Rabu. Serangan itu disebut menjadi aksi pertama AS yang menyasar infrastruktur Iran sejak gencatan senjata pada 8 April.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: