Jakarta (KABARIN) - Ratusan pemilik SUV listrik BYD Fang Cheng Bao (FCB) Ti7 melaporkan berbagai masalah pada kendaraan mereka, mulai dari kebocoran atap kaca panoramik, munculnya suara angin saat berkendara, hingga air yang masuk ke area port pengisian daya.
Berdasarkan laporan CarNewsChina, Minggu (5/7), sedikitnya 300 pengguna BYD Ti7 telah mengajukan pengaduan melalui platform pengaduan konsumen otomotif China, 12365auto, sejak model tersebut dipasarkan pada September 2025.
Dari total laporan tersebut, sebanyak 31 pengaduan secara khusus berkaitan dengan lepasnya panel atap kaca panoramik.
Keluhan sejauh ini hanya ditemukan pada varian kendaraan listrik murni (EV). Laporan pertama muncul tidak lama setelah versi EV resmi dipasarkan pada 30 April 2026, sementara varian plug-in hybrid (PHEV) belum dilaporkan mengalami masalah serupa.
Sejumlah pemilik mengaku gangguan itu muncul hanya beberapa hari hingga sekitar sepekan setelah kendaraan diterima. Mereka menyebut panel kaca mulai longgar dan hanya bisa ditekan kembali secara manual sebagai solusi sementara.
Media konsumen China, SMZDM, juga melaporkan adanya kasus kebocoran yang menyebabkan air masuk hingga ke area port pengisian daya belakang. Namun, salah satu laporan tersebut kemudian diketahui telah dihapus dari platform pengaduan.
Sejumlah pengamat otomotif di China menduga persoalan tersebut bukan disebabkan oleh desain kendaraan, melainkan berkaitan dengan proses produksi. Dugaan mengarah pada kualitas perekat panel kaca yang tidak merata atau distribusi tekanan yang kurang seimbang saat proses pemasangan.
Hingga kini, BYD bersama jaringan dealer Fang Cheng Bao disebut telah merespons sekitar 99,2 persen dari seluruh pengaduan yang diterima. Meski begitu, sebagian konsumen menilai penanganan tersebut belum memberikan solusi yang memuaskan.
Salah seorang pemilik kendaraan mengaku sempat dihubungi layanan purnajual BYD yang menawarkan perbaikan apabila laporan pengaduannya dihapus. Namun, setelah laporan dicabut, konsumen tersebut mengklaim belum memperoleh kompensasi maupun perbaikan seperti yang dijanjikan. Hingga kini, klaim tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari BYD.
Perusahaan hanya menyatakan seluruh laporan telah diteruskan kepada tim terkait dan meminta konsumen menunggu proses tindak lanjut.
Kasus ini menjadi sorotan karena BYD Ti7 merupakan salah satu SUV dengan penjualan tinggi di China. Data China EV DataTracker mencatat pengiriman model tersebut mencapai 17.510 unit pada Mei 2026. Meski lebih rendah dibandingkan penjualan puncak pada Desember 2025 yang mencapai 34.086 unit, Ti7 masih menjadi salah satu SUV terlaris di pasar domestik.
Untuk pasar internasional, model ini akan dipasarkan dengan nama BYD Ti7, baik dalam versi EV maupun PHEV. Hingga saat ini belum ada laporan serupa dari negara-negara tujuan ekspor.
Sumber: ANTARA