IRGC Klaim Serang Empat Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap empat pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai respons atas serangan militer AS ke Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip Press TV, Kamis, IRGC menyebut Amerika Serikat kembali menyerang sejumlah lokasi di wilayah pesisir selatan Iran, yang dinilai sebagai tindakan pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati.

"Pada tahap pertama respons balasan kami, pasukan angkatan laut dan kedirgantaraan IRGC melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone terhadap Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan AS di Juffair dan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain," bunyi pernyataan tersebut.

IRGC juga memperingatkan akan memperluas serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan apabila Washington tetap melanjutkan aksi militernya terhadap Iran.

Sebelumnya, pada Rabu (8/7), militer Iran telah menyatakan kesiapan untuk menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Washington kembali melakukan serangan terhadap wilayah Iran.

Beberapa jam kemudian, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar ke Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi itu dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

"Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang (oleh Amerika Serikat) menjadi tanggung jawab Amerika Serikat yang kriminal. Seluruh pangkalan mereka akan menjadi sasaran yang sah untuk diserang menggunakan drone militer," demikian pernyataan militer Iran seperti dikutip Kantor Berita IRNA.

Selain itu, militer Iran juga mengklaim telah menyerang target di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain, sebagai bagian dari operasi balasan terhadap Amerika Serikat.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka