Jakarta (KABARIN) - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengaku masih fokus menelusuri asal-usul dan status kayu-kayu yang terbawa banjir di Sumatera. Kementerian Kehutanan ternyata sudah mulai mengidentifikasi beberapa perusahaan yang diduga berperan dalam kejadian banjir tersebut.
"Ya sekali lagi belum pada tahap pemeriksaan, tapi identifikasi subjek-subjek hukum yg mungkin terlibat sudah dilakukan," jelas Menhut saat ditemui wartawan usai pertemuan dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Jakarta.
Raja Juli Antoni menjelaskan pihaknya masih mendalami apakah kayu-kayu itu berasal dari pembalakan liar, tumpukan dari pembukaan lahan untuk perkebunan sawit atau tambang, atau dari Pemegang Hak Atas Tanah.
"Jadi hutan alam yang ada di areal penggunaan lain (APL) yang memang hutan alam tapi tidak di kawasan hutan tapi di APL itu jadi salah satu modus pencucian kayu. Apakah itu? Nanti kita akan bersama-sama dalami," tambahnya.
Kemenhut dan Polri juga sudah membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri sumber kayu yang terseret banjir, termasuk gelondongan dalam jumlah besar di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Polri sendiri sudah menurunkan tim ke dua lokasi, yakni DAS Garoga dan wilayah Anggoli di sekitar Batang Toru, untuk menindaklanjuti penyelidikan. Menhut menegaskan tim akan bekerja sinergi dan hasilnya akan dilaporkan ke publik secara rutin.
Sebelumnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Menhut mengungkapkan pihaknya sudah mengidentifikasi 12 perusahaan di Sumatera Utara yang diduga melakukan pelanggaran dan berkontribusi terhadap banjir di wilayah itu.
Sumber: ANTARA