Donald Trump sebut kesepakatan akhiri perang Rusia–Ukraina makin dekat

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina kini berada di titik paling dekat sejak konflik itu pecah pada 2022. Optimisme ini muncul setelah serangkaian diplomasi intensif yang melibatkan Ukraina, Rusia, dan para pemimpin Eropa.

“Saya pikir sekarang kita lebih dekat daripada sebelumnya dan kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan. Kami ingin menyelamatkan banyak nyawa,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Senin (15/12).

Trump menilai pembicaraan yang ia lakukan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta para pemimpin Eropa berjalan luas dan produktif. Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan pemimpin Jerman, Italia, Finlandia, Prancis, Inggris, Polandia, Norwegia, Denmark, dan Belanda, serta pihak NATO.

Menurut Trump, seluruh percakapan tersebut berlangsung cukup panjang dan dinilainya berjalan dengan baik. Ia juga mengaku telah beberapa kali berbicara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden AS itu meyakini Moskow dan Kyiv sama-sama ingin perang segera berakhir, meski ia mengakui menyatukan kepentingan kedua pihak bukan perkara mudah.

“Kami telah melakukan pembicaraan yang baik dengan Rusia, dan saya pikir mereka ingin kembali ke kehidupan yang lebih normal,” tambah Trump, tanpa merinci isi perundingan tersebut.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang sebelumnya memberi pengarahan kepada wartawan menyebut Trump merasa sangat puas dengan perkembangan pembicaraan yang berlangsung di Eropa. Menurut pejabat tersebut, sekitar 90 persen isu utama antara para pihak disebut sudah menemukan titik temu, meski masih ada beberapa poin krusial yang perlu diselesaikan.

Para pejabat AS juga menjelaskan bahwa salah satu usulan penting adalah pemberian jaminan keamanan bagi Ukraina, dengan skema perlindungan yang menyerupai Pasal Lima NATO tentang pertahanan kolektif. Trump, menurut mereka, siap membawa skema jaminan keamanan itu ke Senat AS untuk diratifikasi.

Sejak Minggu, perundingan intensif digelar di Berlin dengan melibatkan delegasi Ukraina, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit perbedaan sekaligus menyusun kerangka kesepakatan damai.

Para negosiator dijadwalkan kembali bertemu pada akhir pekan ini. Lokasi pertemuan lanjutan disebut berpotensi digelar di Miami, Florida, seiring dorongan Washington agar kesepakatan damai bisa segera tercapai.

Sumber: Anadolu

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka