Tanggul Jebol, Banjir Susulan Kembali Rendam Permukiman Warga Aceh Tamiang

waktu baca 2 menit

Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir

Banda Aceh (KABARIN) - Wilayah Aceh Tamiang kembali dilanda banjir setelah tanggul sungai di Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, dilaporkan jebol. Air sungai meluap dan masuk ke rumah warga serta jalan penghubung antarwilayah.

Tokoh pemuda Bendahara Hilir, M Daud, mengatakan banjir kali ini terjadi karena tanggul yang rusak belum juga diperbaiki sejak banjir bandang sebelumnya.

"Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki," kata M Daud di Aceh Tamiang, Kamis.

Ia menjelaskan, tanggul mulai jebol sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga jam kemudian, air semakin tinggi dan meluas ke permukiman warga yang sebagian masih dihuni pengungsi.

Titik tanggul yang rusak berada di ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bendahara dengan Kecamatan Seruway. Akibatnya, air sungai langsung mengalir ke jalan dan kembali merendam kawasan yang sebelumnya sudah rusak parah akibat banjir bandang.

"Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir," ujarnya.

Warga menduga banjir kali ini merupakan air kiriman dari hulu sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan.

Menurut M Daud, banjir besar pada 26 November 2025 lalu merusak banyak tanggul di wilayah pesisir Kecamatan Bendahara. Hingga kini, kerusakan tersebut belum tertangani.

"Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi beberapa titik yaitu Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang," katanya.

Ia mengaku warga kini terus diliputi rasa cemas setiap kali mendengar kabar hujan lebat di daerah hulu sungai.

"Hari ini kami merasa cemas apabila mendapat kabar intensitas hujan lebat di wilayah hulu, maka kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir kembali karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol," tambah M Daud.

Sementara itu, banjir juga sempat terjadi di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu malam. Air meluap dari sungai di kawasan wisata pemandian Gunung Pandan setelah hujan deras mengguyur wilayah atas.

Kepala Desa Kampung Selamat, Suherman, mengatakan banjir tersebut hanya berlangsung singkat dan cepat surut.

"Air masuk kampung sampai kawasan tower saja mau ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat," kata Suherman.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka