Mereka tidak akan berhasil.
Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Venezuela melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat yang terjadi pada Sabtu. Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pemaksaan perang kolonial yang ditujukan untuk merusak sistem republik dan menggulingkan pemerintahan sah di negaranya.
"Upaya memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksakan 'perubahan rezim', dengan bersekutu bersama oligarki fasis, akan gagal sebagaimana semua upaya sebelumnya telah gagal," kata Gil dalam pernyataannya.
Gil menyebut aksi militer tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa. Menurutnya, serangan itu bukan hanya menyerang kedaulatan Venezuela, tetapi juga mengancam ketertiban dan perdamaian dunia.
"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengadukan kepada komunitas internasional agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan penduduk Venezuela," ujar Gil.
Ia menjelaskan bahwa serangan tersebut menyasar sejumlah titik strategis, baik sipil maupun militer, di Caracas serta wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira. Gil menilai dampak serangan itu berpotensi membahayakan jutaan warga dan menciptakan instabilitas, terutama di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
"Agresi semacam ini mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, serta menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko serius," katanya.
Lebih lanjut, Gil menuding kepentingan ekonomi menjadi motif utama serangan tersebut. Ia menilai Amerika Serikat berupaya menguasai sumber daya strategis Venezuela seperti minyak dan mineral, sekaligus melemahkan kedaulatan politik negara itu.
"Mereka tidak akan berhasil," ujar Gil.
Sebagai respons, Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah negara. Kebijakan itu ditujukan untuk melindungi warga dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Sebelumnya, media setempat melaporkan terdengarnya ledakan keras di sejumlah wilayah Caracas pada Sabtu. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal serta suara sirene serangan udara di ibu kota.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social mengklaim bahwa militer AS telah melakukan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Sumber: ANAD