Jakarta (KABARIN) - Menjelang berakhirnya masa liburan, orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak mempersiapkan diri secara mental sebelum kembali bersekolah. Psikolog klinis Devi Yanti, M.Psi., Psikolog, mengingatkan bahwa perubahan dari suasana santai liburan ke rutinitas sekolah sering kali memicu beragam emosi pada anak.
Menurut Devi, orang tua perlu peka terhadap tanda-tanda seperti rasa malas, cemas, hingga keengganan anak untuk kembali ke sekolah. Kondisi ini wajar, namun tetap perlu disikapi dengan pendekatan yang tepat agar anak tidak merasa tertekan.
Salah satu langkah penting yang disarankan adalah membangun komunikasi terbuka dengan anak. Orang tua dianjurkan untuk mendengarkan kekhawatiran sekaligus harapan anak menjelang hari pertama sekolah. Dari percakapan ini, orang tua bisa memberikan gambaran positif tentang sekolah, seperti kembali mengikuti pelajaran favorit atau bertemu teman-teman.
Selain kesiapan emosional, penyesuaian rutinitas juga tak kalah penting. Beberapa hari sebelum masuk sekolah, orang tua sebaiknya mulai mengatur kembali pola tidur dan pola makan anak yang mungkin berubah selama liburan. Rutinitas yang lebih teratur akan membantu anak beradaptasi dengan jadwal sekolah.
Melibatkan anak dalam persiapan sekolah juga bisa meningkatkan semangat mereka. Mulai dari menyiapkan perlengkapan, seragam, hingga menyusun jadwal harian bersama, semua ini membuat anak merasa dilibatkan dan lebih siap secara mental.
“Konsistensi rutinitas yang disertai dukungan emosional serta suasana rumah yang nyaman akan membantu anak beradaptasi dengan lebih baik,” ujar Devi.
Terkait penggunaan gawai, Devi mengingatkan orang tua untuk menerapkan aturan yang jelas dan konsisten, berdasarkan kesepakatan bersama anak. Pembatasan gawai sebaiknya diimbangi dengan aktivitas alternatif yang menyenangkan.
Orang tua dapat mengajak anak melakukan berbagai kegiatan bersama, seperti membuat jadwal harian, membaca buku, memasak, berolahraga, atau berbagi cerita seru tentang pengalaman di sekolah. Selain mengurangi ketergantungan pada gawai, aktivitas ini juga dapat menumbuhkan kembali semangat belajar anak sekaligus mempererat ikatan emosional dalam keluarga.
Sumber: ANTARA