Arab Saudi Tingkatkan Penyaluran Bantuan Lewat Udara, Laut, Darat untuk Gaza

waktu baca 2 menit

Riyadh (KABARIN) - Pemimpin Arab Saudi menginstruksikan peningkatan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza lewat jalur udara, laut, dan darat.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut dan disalurkan melalui Kampanye Arab Saudi untuk Mendukung Rakyat Palestina.

Kepala Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman atau KSrelief, Abdullah bin Abdulaziz Al Rabeeah, dalam pernyataan kepada Saudi Press Agency menyatakan bahwa arahan tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen kemanusiaan Arab Saudi dalam membantu warga Palestina yang terdampak krisis di Jalur Gaza.

Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan peran historis Kerajaan Arab Saudi dalam mendampingi rakyat Palestina di berbagai fase krisis dan kesulitan, sekaligus menegaskan bahwa isu Palestina selalu memiliki tempat khusus di hati kepemimpinan dan masyarakat Arab Saudi.

Al Rabeeah menyampaikan apresiasi kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas perhatian dan kepedulian kemanusiaan yang terus ditunjukkan.

Ia menegaskan bahwa nilai berbagi dan solidaritas telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Arab Saudi dan menjadi prinsip yang konsisten dijunjung dalam berbagai situasi.

Melalui KSrelief, Arab Saudi telah mengoperasikan jembatan udara dan laut untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina. Hingga kini, sebanyak 77 pesawat dan delapan kapal telah mengirimkan lebih dari 7.600 ton bantuan yang mencakup bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan hunian.

Selain itu, sebanyak 912 truk bantuan telah memasuki Jalur Gaza dengan membawa kebutuhan pangan, perlengkapan tempat tinggal, peralatan medis, dan logistik lainnya. Arab Saudi juga menyalurkan 20 unit ambulans kepada Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.

Pusat bantuan tersebut juga turut menandatangani sejumlah perjanjian dengan organisasi internasional untuk melaksanakan proyek bantuan kemanusiaan di dalam Jalur Gaza dengan total nilai mencapai 90,35 juta dolar AS (sekitar Rp1,50 triliun).

Di samping itu, KSrelief melakukan operasi pengiriman bantuan melalui udara bekerja sama dengan Yordania guna menembus penutupan jalur masuk dan memastikan bantuan tetap tersalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Sumber: Spa_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka